Modul Kelas XII

v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}

Normal
0
false

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

AKHLAKUL KARIMAH  I

(Amal Shaleh, Ridha dan Adil)

 

Tujuan Pembelajaran :

1.       Menjelaskan pengertian Amal shaleh, Ridha dan Adil.

2.       Menyebutkan contoh-contoh prilaku amal shaleh, ridha dan adil

3.       Menunjukkan prilaku yang mencerminkan amal shaleh, ridha, dan adil.

 

Akhlakul mahmudah / akhlak terpuji yaitu segala prilaku yang disyariatkan oleh Alloh, wilayah kajian akhlak itu sangat luas sama luasnya dengan prilaku dan sikap manusia.

a.       Amal shaleh.

 

1.       Pengertian Amal shaleh.

Kata shaleh berarti” kebaikan atau tiadanya/terhentinya kerusakan”. Kebalikan dari kata fasid (rusak). Shaleh juga diartikan sebagai” bermanfaat dan sesuai”. Amal shaleh adalah perbuatan yang jika dilakukan maka suatu kerusakan akan terhenti atau menjadi tiada, atau bias juga diartikan sebagai suatu pekerjaan yang dengan melakukannya diperoleh manfaat dan kesesuaian. (Quraish Shihab, 1997 : 480)

Secara terminologis, amal shaleh adalah segala perbuatan yang tidak merusak atau meng hilangkan kerusakan. Amal shaleh adalah juga perbuatan yang mendatangkan maslahat bagi diri sendiri dan orang lain.

 

2.       Kriteria Perbuatan Amal Shaleh

a.       Niat yang ikhlas karena Allah

b.       Benar dalam melaksanakannya, sebagai mana yang ditentukan Allah dan Rasul-Nya.

c.       Tujuannya hanya mencari ridha Allah.

 

3.       Contoh Perbuatan Amal Shaleh

a.       Mendamaikan dua orang yang berselisih secara adil.

b.      Membantu orang untuk naik kendaraan atau membantu mengangkat barangnya naik kendaraan.

c.       Ucapan yang baik.

d.      Menyingkirkan duri atau rintangan lain dari jalan.

e.       Tersenyum pada sesama.

 

                                                           29

 

 

4.       Keuntungan Beramal Shaleh

a.       Dianugerahi kehidupan yang baik. (QS. An-Nahl {16} : 97)

 

b.      Memiliki rasa kasih saying. (QS. Maryam {19} : 96)

 

c.       Memperoleh pahala yang besar. (QS. Al-An’am {6} : 160)

 

d.      Memperoleh kekuasaan atau kesuksesan di muka bumi. (QS. An-Nur {24} : 55)

 

                       

 

                                                                                  ….  

55. Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa………

 

 

 

                                                                    30

e.       Memperoleh ampunan. (QS. Al-Hajj {22} : 50)

   

f.        Memperoleh jalan keluar atas masalah yang mereka hadapi. (QS. Att-Talaq{65) : 2-3)

                                                                                               

                                                                                                                                                     

 

 Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.       Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.

g.      Memperoleh petunjuk dari Alloh. (QS. Yunus{10} : 9)

 ma

 

5.       Hal-hal yang Merusak Amal Soleh

a.       Sibuk mengurus kesalahan orang lain.

b.      Keras Hati, akibat dihinggapi penyakit riya, ujub, takabur dan hasud.

c.       Cinta pada dunia.

d.      Tidak punya rasa malu.

e.       Panjang angan-angan.

f.        Berbuat zhalim.

 

 

 

 

 

 

 

                                                                   31

b.      Ridha.

1.       Pengertian.

Ridha menurut bahasa ialah : rela, senang hati, berkenan. Sedangkan menurut istilah adalah: Sikap menerima segala takdir/ketetapan dari Allah dengan senang hati.

Menurut ahli tasawuf wajib bagi seorang hamba untuk menerima segala ketetapan Allah, karena pada dasarnya segala pengaturan Allah terhadap hamba-Nya pasti lebih baik dari hamba itu sendiri terhadap dirinya. (QS. Al-Furqon {25} : 2)

 

 

dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya[1053].

 

2.       Contoh Ridha terhadap Takdir Allah.

a.       Tidak pernah berkeluh kesah saat ditimpa musibah.

b.       Tidak menyesali nasibnya.

c.       Tetap terus berusaha.

d.       Hati menjadi tentram.

e.       Tidak sombong dan membanggakan diri ketika meraih sukses.

 

c.       Adil.

1.       Pengertian.

Adil menurut bahasa berarti sama, tidak berat sebelah, berpihak pada kebenaran dan tidak berlaku sewenang-wenang. Jadi, orang disebut berbuat adil apabila ia tidak memihak, jiwanya senantiasa berpihak pada yang benar karena yang benar dan yang salah sama-sama mendapatkan haknya, dan tidak berbuat sewenang-wenang.

Dalilnya Firman Allah : (QS. An-Nisaa’ {4} : 135)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                           32

 

 

Sedangkan ditinjau dari segi istilah, pengertian adil memiliki 4 pemahaman :

1.       Adil berarti sama. Seseorang dikatakan adil bila ia memperlakukan sama atau tidak membedakan seseorang dengan yang lainnya.(QS. An-Nisa’ {4} : 58)

2.       Adil berarti seimbang, bahwa Allah menciptakan segala sesuatu dengan seimbang. (QS. Al-Mulk {67} : 3)

3.       Adil adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya, atau memberi pihak lain haknya melalui jalan terdekat. Lawannya adalah kezaliman, yang berarti pelanggaran terhadap hak-hak orang lain atau diri sendiri. (QS. Ibrahim{14} : 34, QS. Al-Ahzab{33} : 72).

4.       Adil bermakna keadilan Illahi (QS. Fushilat{41} : 46)

 

2.       Sasaran Penerapan Keadilan dalam Islam

1.       Berlaku adil terhadap diri sendiri,yaitu berpegang pada kebenaran, jujur, berani mengoreksi dan mengakui kesalahan sendiri, teguh pendirian dalam bermuama lah dan beribadah.

2.       Berlaku adil terhadap Alloh, yaitu taat beribadah kepada-Nya dan tidak memper sekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.

3.       Berlaku adil terhadap makhluk lain, yaitu berbuat secara layak dan tidak semena- mena terhadap makhluk lain.

 

 

 

                                                                                        33.

 

 

3. Manfaat bersikap Adil

    1. Membentuk pribadi yang tenang dan tentram.

    2. Terbina pribadi muslim yang beriman dan taqwa

    3. Mendapat ridho dan pahala disisi Allah.

    4. Terwujudnya rasa aman, hidup rukun, dan hubungan yang harmonis dengan alam.

    5. Disenangi oleh sesama manusia.

    6. Meningkatkan disiplin, menghargai waktu dan semangat beramal soleh.

    7. Memanfaatkan alam sekitar untuk kemaslahatan hidup.

 

4.       Contoh Prilaku Adil dalam Kehidupan.        

a.       Adil kepada Allah dengan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun dalam

menyembah-Nya dan sifat-sifat-Nya, taat kepada-Nya, berzikir dan bersyukur hanya kepada-Nya.

b.       Adil dalam memberikan keputusan hukum kepada manusia, dengan memberikan hak-hak kepada pemiliknya.

c.       Adil diantara istri-istri dan anak-anak dengan tidak melebihkan satu dari yang lain.

d.       Adil dalam perkataan dengan tidak bersaksi palsu dan tidak berkata bohong.

e.       Adil dalam keyakinan dengan tidak meyakini kecuali kebenaran, kejujuran dan tidak dipuji dengan sesuatu yang tidak ada pada dirinya.

 

5.       Prilaku Membiasakan Amal Sholeh, Ridho dan Adil dalam Kehidupan Sehari-hari 

a.       Memiliki rasa kasih sayang terhadap sesame.

b.       Mempunyai sikap toleransi dalam kehidupan

c.       Sopan dalam bertutur kata

d.       Tanggap terhadap masalah lingkungan

e.       Ramah dalam pergaulan.

f.        Selalu bersikap ikhlas dalam berbuat

g.       Menumbuhkan dan mengembangkan sikap qona’ah

h.       Tidak pilih kasih dalam pergaulan

i.         Mengembangkan dan membiasakan untuk selalu berfikir positif dalam hidup.          

 

 

 

 

 

 

 

                                                                        34

 

 

Evaluasi Kognitif Skill

 

Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar dan tepat !

 

1.       Jelaskanlah pengertian amal soleh dari segi etimologi !

 

2.       Sebutkan 5 contoh perbuatan amal soleh !

 

3.       Tuliskan tiga kriteria amal soleh !

 

4.       Tuliskan prilaku yang mencerminkan amal soleh !

 

5.       Apakah keuntungan bagi orang yang beramal soleh ?

 

6.       Hal-hal apa sajakah yang dapat merusak amal soleh seseorang ?

 

7.       Jelaskan akibat perbuatan zolim berdasarkan QS. Yunus {10} : 13 !

 

8.       Jelaskan pengertian ridha menurut bahasa dan istilah !

 

9.       Sebutkan fungsi ridha terhadap takdir Allah !

 

10.   Jelaskan pemahaman tentang berlaku adil !

 

11.   Tuliskan sasaran penerapan berlaku adil dalam Islam !

 

12.   Apa manfaat dari sikap seseorang yang berlaku adil !

 

13.   Berikan contoh perilaku berlaku adil dalam kehidupan dan apa yang dimaksud berfikir matang !

 

 

 

 

 

                                                                        35

 

 

 

 

AKHLAKUL KARIMAH  II

(Menjaga Kerukunan dan Persatuan/Tasamuh)

 

Tujuan Pembelajaran :

1.       Menjelaskan pengertian menjaga kerukunan dan persatuan.

2.       Menyebutkan contoh-contoh menjaga kerukunan dan persatuan.

3.       Membiasakan prilaku menjaga kerukunan dan persatuan dalam kehidupan sehari-hari.

 

a.                Menjaga Kerukunan.

1.       Pengertian.

Menjaga kerukunan adalah sikap mental dalam rangka mewujudkan kehidupan

Hubungan antar manusia dalam masyarakat tidak selamanya berjalan mulus, terka-dang terjadi konflik yang menimbulkan permusuhan. Untuk itu diperlukan sikap dan perbuatan yang mengarak pada terciptanya kerukunan, seperti  :

a.       Silaturrahmi dengan keluarga atau tetangga.

b.       Tolong menolong antar sesame dalam menghadapi kesulitan.

c.       Menghormati dan mentaati aturan yang dibuat selama tidak bertentangan dengan syariat Islam.

d.       Saling menyayangi antar sesame.

Selain itu sebagai manusia yang hidup ditengah masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan maka dari itu harus menghindarkan diri dari prilaku :

1.       Egoisme, merupakan sikap yang mendasarkan pada kepentingan diri sendiri.

Selalu ingin menang sendiri, merasa paling benar tidak mau menghargai pendapat orang lain dan sering memandang rendah orang lain.

2.       Ekstrimisme, adalah sikap egois yang paling keras karena selalu ingin memaksakan kehendak pada orang lain, untuk mencapai tujuannya sering menghalalkan segala cara meskipun tindakannya merugikan orang lain.

 

 

 

 

 

 

                                                                        36

 

 

 

 

            Contoh Konsep Kerukunan Umat Beragama.           

a.       Kerukunan Intern Umat Beragama.

Kerukunan intern umat beragama sudah dilakukan sejak zaman Rasululloh, seperti dijelaskan dalam QS. Al Fath {48} : 29 yang berbunyi :

 

 

“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud[1406].

 

Dari penjelasan ayat ini jelaslah bahwa cara melakukan kerukunan dengan umat seagama yang di praktekkan Rasululloh, para sahabat dan orang – orang mukmin adalah berkasih sayang sesama muslim, senada dalam berfikir dan seirama dalam melangkah untuk mencari karunia dan keridhaan Alloh.

 

b.      Kerukunan Antar Umat Beragama

Kerukunan antar umat beragama diatur dalam surat Al Kafirun.

 

 

 

Artinya : (1). Katakanlah : Hai orang-orang yang kafir. (2). Aku tidak akan menyembah apa                 yang kamu sembah. (3). Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.

 (4). Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah.

 (5). Dan kamu tidak pernah pula menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah (6). Untukmulah  agamamu dan untukkulah agamaku.

 

Kesimpulan ayat tersebut adalah : dalam masalah muamalah kita tetap bergaul akrab,      tetapi dalam masalah ibadah dan aqidah masing-masing, tidak boleh dicampuradukan.

 

 

 

 

                                                                        37

 

c.       Kerukunan Umat Beragama dengan Pemerintah

Dijelaskan dalam firman Alloh QS. An-Nisa’ {4} : 59.                  

 

 

 

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

 

            Jadi kerukunan umat beragama dengan pemerintah direalisasikan dengan mentaati segala pera-

            turan yang dikeluarkan oleh pemerintah selama peraturan itu tidak bertentangan dengan syariat

            Islam, disamping memupuk jalinan kerjasama antara ulama dan umara dalam membina umat

            Agar mentaati perintah Alloh dan Rasul-Nya.

               

                Manfaat Menjaga Kerukunan                 

1.       Adanya stabilitas nasional, karena setiap warga negara mempunyai tugas dan tanggung jawab yang sama dalam membina kerukunan hidup beragama.

2.       Dapat menghindarkan diri dari perbuatan yang membahayakan dan merugikan bagi kehidupan beragama.

3.       Terhindar dari perpecahan.

 

Menjaga Persatuan

1.       Pengertian.

 

Menjaga persatuan mengandung pengertian melakukan suatu usaha untuk mengikat beberapa bagian yang terpisah menjadi suatu kesatuan atau menjadi satu.

Persatuan dapat terjadi apabila mampu mendialogkan antara “permintaan dan penawaran” antara pihak yang terlibat untuk membuat kesepakatan.

 

 

 

 

 

                                                                                38

 

 

2.       Langkah-langkah untuk Mewujudkan Persatuan

Perjanjian Madinah yang pernah dilakukan Rasululloh dalam kehidupan bermasyarakat dengan umat non Islam, memberikan pelajaran bagaimana cara hidup bersama membangun masyarakat yang adil, aman, damai, sejahtera serta menjunjung tinggi supremasi hukum. Semua itu dapat terwujud, apabila ada kesepakatan yang dipatuhi bersama. Langkah-langkah menyatukan perbedaan dengan cara :

a.       Mendorong umat Islam dan umat lain meningkatkan semangat pemurnian ajaran agama, karena pada dasarnya agama mengajarkan kebaikan, kejujuran, toleransi, musyawarah dll.

b.       Manusia merupakan khalifah dimuka bumi yang tugasnya menyebarkan rahmatal lil ‘alamin, hendaknya diimplementasikan secara konkrit dalam kehidupan sehari-hari.

c.        Menganggap perbedaan adalah sesuatu yang wajar, berusaha mencari titik temu dari setiap perbedaan, mencari kesamaan dalam perbedaan.

d.       Semangat dalam membangun keagamaan, hendaklah berpegang pada ajaran agama yang dipadukan dengan semangat kebangsaan.   

 

3.       Manfaat Menjaga Persatuan

a.       Terjaganya pertumbuhan dan perkembangan hidup suatu agama atau suatu bangsa.

b.       Terciptanya rasa tenang dan damai karena kehidupannya senantiasa dilandasi kasih sayang.

c.        Menimbulkan kesadaran bahwa semua manusia didunia ini memiliki kekhasan masing-masing, sehingga timbullah toleransi dalam menyikapi setiap perbedaan.

d.       Terciptanya kerukunan sehingga semua proses kehidupan berjalan sebagaimana mestinya.

 

4.       Contoh Menjaga Persatuan

a.       Menghagai budaya suku / daerah lain.

b.       Melestarikan budaya atau tradisi yang membawa kemaslahatan bangsa.

c.        Selalu rukun dan damai dalam menyelesaikan setiap permasalahan.

 

5.       Prilaku menjaga Kerukunan dan Persatuan dalam Kehidupan Sehari-hari.

a.       Adanya toleransi beragama.

b.       Tidak menghina pemeluk agama lain.

c.        Menghargai budaya dan masyarakat lain.

 

Evaluasi Kognitif Skill

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar dan tepat !

 

1.       Apakah yang dimaksud dengan menjaga kerukunan ?

2.       Jelaskan contoh perbuatan yang dapat dilakukan untuk mewujudkan kerukunan !

3.       Perbuatan apa saja yang harus dihindari dalam menjaga kerukunan ?

4.       Bagaimana konsep kerukunan hidup beragama di Indonesia ?

5.       Tuliskan manfaat menjaga kerukunan !

6.       Jelaskan apa yang dimaksud dengan menjaga kerukunan !

7.       Bagaimana langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menjaga persatuan !

8.       Tuliskan manfaat menjaga persatuan !

 

39.

AKHLAKUL MADZMUMAH

(Isrof, Ghibah, Fiynah dan Tabzir)

 

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari modul ini diharapkan peserta didik dapat :

1.       Menjelaskan pengertian Isrof, Ghibah, Fitnah dan Tabzir.

2.       Menjelaskan contoh prilaku Isrof, Ghibah, Fitnah dan Tabzir.

3.       Menghindari prilaku Isrof, Ghibah, Fitnah dan Tabzir.

 

A.     ISROF

1.      Pengertian.

Isrof artinya berlebih-lebihan. Menurut istilah berarti suatu ucapan atau perbuatan yang ditambah-tambah atau

Tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Dalam haditsnya Rasululloh SAW mengatakan

“Binasalah orang-orang yang suka berlebih-lebihan, Beliau mengulanginya sampai tiga kali (HR. Muslim)

Seseorang yang berlebihan dalam ucapan dan perbuatan dekat pada dusta, sedangkan pendusta dekat ke

Neraka.

 

2.       Macam – macam Isrof

a.       Isrof dalam Ucapan.

Dalam sebuah Hadits diterangkan bahwa Alloh sangat benci pada orang yang berlagak pintar berbicara terutama orang yang suka mempermainkan lidahnya sebagaimana sapi mempermainkan lidahnya. Orang yang senang berbicara berlebih-lebihan, pandai membual seakan serba tahu semua hal, dalam ajaran Islam termasuk kategori akhlak tercela dan harus dijauhi dalam pergaulan.

Sabda Rasululloh : Barang siapa yang banyak bicara, banyak pula salahnya, dan barang siapa yang banyak salahnya, banyak pula dosanya, dan barang siapa yang bayak dosanya, api neraka lebih layak baginya. (HR. Tth-Thabrani).

 

b.       Isrof dalam Harta

Isrof dalam harta dapat terjadi karena :

·         Menggunakan harta untuk sesuatu yang diharamkan seperti membeli khamr, narkoba, menyuap dll.

·         Membelanjakan harta untuk sesuatu yang tidak diperlukan (QS. Al-Baqoroh {2} : 219)

·         Tidak ada lagi yang tersisa untuk mencukupi diri sendiri.

      

        Menurut Prof. Syekh Yusuf Djawi, sifat royal berasal dari kebiasaan boros yang disebabkan oleh :

·         Pola pikir yang lemah akibat tidak bisa mengatur kebutuhan sehari-hari.

·         Tidak adanya pendidikan agama yang baik untuk diri sendiri dan keluarga.

 

 

 

 

40

c.       Isrof dalam Makan dan Minum

Berlebih-lebihan dalam makan dan minum dilarang agama karena :

1.       Menghilangkan rasa takut kepada Alloh dalam hatinya.

2.       Menghilangkan rasa kasih sayang pada sesame karena menganggap

3.       Menghambat untuk berbuat taat pada Alloh

4.       Membuat seseorang kurang tanggap mendengar kata-kata hikmah.

5.       Sulit diberi nasehat karena tidak tersentuh hatinya.

6.       Menimbulkan berbagai penyakit dalam tubuh.

Sabda Rasululloh : Kebutuhan manusia hanya beberapa suap untuk menguatkan tubuhnya. Apabila memang suatu keharusan, 1/3 perut untuk makan, 1/3 untuk minum, dan 1/3 lainnya untuk udara. (HR. At-Turmudzi) perhatikan juga QS. Al-A’raf {7} : 31.

 

d.       Isrof dalam Beragama

Isrof dalam beragama bisa menimbulkan kultus individu yang dilarang dalam agama. Firman Alloh QS. An-Nisa’ {4} : 171

 

Artinya : Wahai ahli kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan dalam agama kalian, janganlah kamu berkata atas nama Alloh, kecuali yang sebenarnya.

Ayat  ini mengandung teguran kepada umat Nasrani yang berlebih-lebihan karena menganggap Nabi Isa sebagai Tuhan. Juga sindiran kepada umat Nabi Muhammad yang menyanjung beliau secara ber lebihan. Sebagaimana sabda beliau :

“Janganlah kamu sekalian menyanjungku sebagaimana orang Nasrani menyanjung Isa putra Maryam. Sesungguhnya aku ini adalah hamba Alloh, karena itu katakanlah aku hamba Alloh dan utusan-Nya. (HR. Muslim).

 

3.       Bahaya Isrof

a.       Membinasakan diri dan dianggap saudara syaitan.

b.       Berlebih-lebihan dalam ucapan dan perbuatan akan mendekatkan pada dusta, sedang pendusta akan masuk neraka.

c.        Berlebih-lebihan dalam harta akan menimbulkan kecemburuan sosial dalam masyarakat. QS. Al-Hasyr {59} : 7)

d.       Berlebih-lebihan dalam agama dapat menyebabkan pengkultusan terhadap seseorang, yang dapat menyebabkan bid’ah, khurafat, musyrik, dll.

 

4.       Cara menghindari perbuatan Isrof

a.       Meluruskan niat sehingga menimbulkan ketaatan hanya pada Alloh (QS. Az-Zumar {39} : 3)

b.       Menjaga lisan dari ucapan membual dan sombong (QS. Al-Hujurat {49} : 11-12)

c.        Hemat cermat dalam membelanjakan harta (QS. Al-Isra’ {17} : 29)

d.       Makanlah makanan yang halal dan baik serta seimbang, agar sehat secara kontinu (QS. Al-Baqoroh {2} : 168)

e.       Gemar mengkaji dan memahami ajaran Islam sehingga pelaksanaan agama tidak tercampur dengan bid’ah dan kemusyrikan. (QS. Luqman {31} : 12-19)

41

5.       Contoh Perbuatan Isrof

a.       Mentraktir teman padahal ia sendiri sedang tidak punya uang.

b.       Sudah punya sepatu banyak tapi masih beli lagi karena mengikuti trend.

 

B.     GHIBAH

1.      Pengertian

Menurut  bahasa Gibah berarti pengumpat, penggunjing. Menurut istilah, penggunjing adalah seseorang yang menceritakan sifat, tabiat buruk orang sesuai dengan fakta yang ada pada orang itu. Apabila kejelekan orang yang diceritakan tidak benar disebut fitnah.  Bergunjing adalah sesuatu yang dilarang oleh agama, Firman Alloh QS. Al-Hujurat {49} : 12

 

 

Artinya :

“Dan janganlah kamu menggunjing sebagian yang lain, sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang telah mati ? Tentu kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kamu kepada Alloh, sesungguhnya Alloh maha penerima taubat lagi maha penyanyang.”

 

Imam Ghazali mengatakan : pada setiap manusia selalu menojol 7 sifat (akhlak tercela) dalam kehidupan sehari-hari yaitu sifat dusta (bohong), serakah, kikir, penggunjing, riya, iri hati (hasud) dan sombong (ujub). Dalam QS. An-Nisa {4} : 148 Alloh berfirman

 

 

Artinya : “Alloh tidak menyukai ucapan buruk (yang diucapkan) dengan terus terang, kecuali oleh

                Orang yang dianiaya, dan Alloh maha mendengar lagi maha mengetahui.

 

 

 

 

 

 

 

                                                                        42

 

2.      Bentuk-bentuk Ghibah yang dibolehkan  

Ada ghibah yang dibolehkan untuk tujuan syara’ yang disebabkan oleh 6 hal yaitu :

a.       Orang yang mazhlum (teraniaya), boleh menceritakan dan mengadukan kezaliman orang yang menzaliminya kepada penguasa atau hakim atau orang yang berwewenang.

b.       Orang yang isti’anah (mohon bantuan) untuk menyingkirkan, agar orang yang berbuat maksiat kembali kejalan yang benar.

c.        Istifta (minta fatwa) tentang sesuatu yang akan dilakukan.

d.       Memperingatkan umat Islam dari beberapa kejahatan seperti :

·         Bila ada perawi, saksi atau pengarang yang cacat sifat atau kelakuannya. Menurut ijma’ ulama boleh bahkan wajib member tahu umat. Hal ini untuk menjaga kesucian hadits sebagai sumber hokum Islam kedua.

·         Bila melihat seseorang membeli barang yang cacat atau mengambil pembantu rumah tangga yang suka mencuri, peminum dan sejenisnya sedangkan pembeli tidak tahu maka wajib diberi tahu untuk mencegah terjadinya kejahatan.

·         Bila melihat seseorang yang menuntut ilmu agama pada orang yang fasik atau ahli bid’ah, dikhawatirkan menimbulkan bahaya maka wajib diberitahu dengan cara menjelaskan kesesatannya dengan cara yang santun.

e.       Menceritakan pada khalayak tentang seseorang yang berbuat fasik atau bid’ah.

f.         Boleh memanggil seseorang dengan sebutan yang telah dikenal dengan julukan, misalnya tompel, pincang agar mudah dimengerti orang, tapi kalau tujuannya untuk menghina maka hukumnya haram.

 

3.      Bahaya Ghibah

a.       Dapat mendatangkan kemurkaan Alloh.

b.       Memindahkan amalan baik yang sudah dilakukan kepada orang yang digunjingkan.

c.        Menghilangkan amal perbuatan baik yang sudah dilakukan.

d.       Menyakiti perasaan orang lain, sehingga dapat memutuskan tali silaturrahmi.

e.       Masyarakat menjadi biasa melakukan ghibah karena melihat infotaiment di TV yang seakan-akan ghibah tidak berkonotasi buruk.

 

4.      Cara Menghindari Perbuatan Ghibah

a.       Berbicara dengan berfikir

b.       Berbicara sambil berzikir

c.        Tingkatkan rasa percaya diri dengan mendekatkan diri pada Alloh.

d.       Posisikan diri sebagai seorang muslim yang benar.

e.       Cepat istigfar bila terbersit niat untuk ghibah.

 

 

 

 

 

 

                                                                                                43

C.     PENYEBAR FITNAH

1.      Pengertian.

Menurut Ensiklopedi Islam fitnah berarti : kekacauan, bencana, syirik, cobaan, ujian dan siksaan. Menurut istilah berarti penyebar berita bohong atau desas-desus tentang seseorang dengan maksud tidak baik dari pembuat fitnah terhadap sasaran fitnah. Penyebar fitnah berusaha menyebarkan berita bohong dengan tujuan memperkeruh suasana, baik yang sifatnya perseorangan atau kelompok masyarakat, sehingga terjadilah kebencian antar sesama.

 

2.      Macam-macam Fitnah

a.       Fitnah yaitu : menyebarkan berita bohong yang menyesatkan, sehingga harus dicegah dan dimusnahkan (QS. Al-Baqoroh {2} : 102 dan 191, QS. Al-Hajj {22} : 11)

b.       Fitnah untuk menguji kebenaran akan sesuatu apakah benar atau tidak. Firman Alloh dalam QS. Al-Ankabut {29} : 2 yang artinya : Adakah manusia itu mengira akan dibiarkan saja berkata : “kami beriman, sedang mereka tidak diuji atau fitnah.”

 

3.      Bahaya Perbuatan Penyebar Fitnah.

a.       Menimbulkan kerusakan dimasyarakat luas, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan.

b.       Menumbuhkan rasa permusuhan, kebencian antar sesame yang pada akhirnya menimbulkan dendam.

c.        Membawa musibah seperti perpecahan, bahkan pembunuhan.

d.       Akan mendapat siksa, dibenci dan dimurkai Alloh.

e.       Mendapat hukuman, seperti dijauhi dalam pergaulan, diusir, diperangi bahkan dibunuh.

 

4.      Cara Menghindari Perbuatan Penyebar Fitnah   

a.      Mengecek kebenaran yang diperoleh. QS. Al-Hujurat {49} : 6.

b.      Memperkuat persaudaraan dan persatuan antara sesame umat Islam.

c.      Banyak mendekatkan diri pada Alloh.

 

5.      Contoh Perbuatan Penyebar Fitnah

a.       Menyebarkan berita palsu yang dapat mencelakakan orang lain.

b.       Menuduh orang lain melakukan perbuatan yang tidak dilakukannya.

c.        Menceritakan keburukan orang lain, sehingga menimbulkan perpecahan.

 

 

 

 

 

 

 

                                                                        44.

 

 

D.     TABDZIR

1.      Pengertian

Tabzir adalah segala sesuatu yang digunakan bukan dalam rangka kebenaran (al-haq) disebut sebagai tabdzir, baik perkataan, perbuatan, waktu, harta, fikiran dll. Atau dengan kata lain, tabdzir adalah segala nikmat yang diberikan Alloh digunakan tidak untuk mencari keridhaan Alloh.

Tabdzir dapat dibagi menjadi 3 yaitu :

a.       Tabdzir dalam harta.

b.       Tabdzir dalam kesehatan.

c.        Tabdzir dalam waktu.

 

2.      Contoh Tabdzir

a.       Menggunakan air secara berlebihan saat wudhu’

b.       Makan terlalu banyak (sampai kekenyangan)

c.        Tidak ada usaha atau niat untuk menabung.

d.       Membiarkan lampu menyala disiang hari padahal tidak digunakan.

 

3.      Bahaya Tabdzir

a.       Dapat menimbulkan penyakit hati seperti pemboros, pemalas dll.

b.       Dianggap sebagai saudara syaitan yang tidak mempunyai kebaikan sedikitpun.

c.        Tidak disukai bahkan sangat dibenci Alloh.

d.       Melemahkan rasa belas kasihan pada sesame.

 

4.      Cara Menghindari Tabdzir

a.       Berusaha memanfaatkan waktu sebaik mungkin.

b.       Terbiasa berbuat efisien

c.        Hemat dalam segala hal

d.       Menghargai jerih payah orang tua atau orang lain.

 

Evaluasi Kognitif Skill.

Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar.

1.       Apakah yang dimaksud dengan isrof?

2.       Tuliskan macam-macam isrof!

3.       Jelaskan bahaya sikap isrof!

4.       Bagaimanakah cara menghindari isrof.

5.       Apakah yang dimaksud dengan ghibah!

6.       Tuliskanlah cara menghindari ghibah!

7.       Apakah yang dimaksud dengan fitnah?

8.       Tuliskan bahaya perbuatan fitnah!

9.       Apakah yang dimaksud dengan tabdzir!

10.    Bagaimanakah cara berprilaku positif terhadap pelaku penyebar fitnah?

 

45

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s