Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

SUMBER-SUMBER HUKUM ISLAM

 

Tujuan Akhir Pembelajaran.

 

1.    Mampu menyebutkan sumber-sumber hukum Islam

2.    Mampu menjelaskan pengertian Al-Qur’an dan fungsinya dalam kehidupan muslim serta mampu menjelaskan isi kandungannya.

3.    Menjelaskan pengertian, macam, fungsi dan pembagian atau tingkatan serta fungsi Hadits.

4.    Menjelaskan pengertian dan bentuk-bentuk ijtihad.

5.    Membedakan pengertian ijmak dan qiyas.

6.     Menjelaskan hokum Islam dan macam-macamnya.

 

A.          Al-Qur’an.

 

1.    Pengertian.

 

Menurut bahasa Al-Qur’an berarti “bacaan atau dibaca”, sedang menurut istilah berarti : “kumpulan wahyu Alloh yang diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui malaikat Jibril untuk menjadi petunjuk dan bagi yang membacanya mendapat pahala”.

2.    Kedudukan dan Fungsi.

 

a.        Sebagai mu’jizat bagi Rasululloh Muhammad SAW. ( QS. Al Isra’{17} : 88,

QS. Yunus {10} : 38). Sebagai mu’jizat Al-Qur’an menjadi sebab penting masuknya

Orang-orang Arab kedalam Islam pada masa Rasululloh dan pada masa sekarang.

 

b.    Sebagai pedoman hidup bagi Muslim (QS. An-Nisaa’ {4} : 105, QS. Al-Maidah {5} : 49,  QS. Al-Jatsiyah {45} : 20). Sebagai pedoman hidup, Al-Qur’an mengemukakan pokok-pokok dan prinsip umum pengaturan hidup, hubungan manusia dengan Alloh, sesama manusia dan sesama makhluk Alloh.

 

c.    Sebagai korektor dan penyempurna terhadap kitab Alloh yang diturunkan sebelumnya. (QS. Al-Maidah {5} : 48, QS. An-Nahal {16} : 64) serta Al-Qur’an bernilai abadi.

 

3.    Isi Kandungan Al-Qur’an.

 

a.    Segi kuantitas

Al-Qur’an terdiri dari 30 juz, 114 surat, 6.236 ayat, 323.015 huruf dan 77.439 kosa kata.

 

 

 

 

 

b.    Segi kualitas.

Secara kualitas isi pokok Al-Qur’an terdiri dari :

1.    Aqidah yang isinya berkaitan dengan keimanan, ilmu yang mempelajarinya disebut Ilmu Tauhid atau Ilmu Kalam.

2.    Syariah yang isinya berkaitan dengan amaliah yang mengatur hubungan dengan AllohSWT, dengan sesame manusia dan alam sekitar. Ilmu yang mempelajarinya disebut Ilmu Fiqh.

3.    Akhlak yakni tuntunan agar setiap muslim mempunyai sifat-sifat mulia sekaligus menjauhi sifat-sifat tercela.

Bila ditinjau dari hukum syara’ terbagi menjadi dua (2) kelompok :

1.    Hukum Ibadah.

2.    Hukum Muamalah yang terdiri dari :

a.    Hukum Munakahat (Pernikahan)

b.    Hukum Faraid (Waris)

c.    Hukum Jinayat (Pidana)

d.    Hukum Hudud ( Perdata)

e.    Hukum Jual beli dan Perjanjian

f.     Hukum Al-Khilafah (Tata Negara)

g.    Hukum Makanan dan Penyembelihan

h.    Hukum Aqdhiyah (Pengadilan)

i.      Hukum Jihad (Peperangan)

j.      Hukum Dualiyah (Antar Bangsa).

 

B.  Al – Hadits

 

1.    Pengertian.

Al- Hadits adalah segala prilaku Nabi Muhammad SAW baik berupa perkataan, perbuatan, maupun ketetapannya. Pengertian Hadits tersebut identik dengan “sunnah” yang berarti jalan atau tradisi juga undang-undang yang tetap berlaku.

 

2.    Macam – macam Hadits.

a.    Hadits Qauliyah          :  Hadits yang berdasarkan pada segenap ucapan dan

   perkataan Nabi Muhammad SAW.

b.    Hadits Fi’liyah              :  Hadits yang didasarkan pada segenap perbuatan dan

   prilaku Nabi Muhammad SAW. 

c.    Hadits Taqririyah         :  Hadits yang didasarkan pada ketetapan dan persetujuan

   Nabi Muhammad SAW terhadap apa yang dilakukan oleh

   para sahabatnya.

   Selain itu ada juga Hadits Hammiyah yaitu Hadits yang

   Berupa keinginan Rasululloh yang belum terlaksana hing-

   ga beliau wafat.

 

 

3.    Kedudukan dan Fungsi Hadits terhadap Al-Qur’an.

 

a.    Bayan Taqrir, yaitu berfungsi memperkuat hukum yang telah ditetapkan dalam Al-Qur’an. Contoh : Larangan berkata dusta (QS. Al-Hajj {22} : 30) “ dan jauhilah perkataan-perkataan dusta”  lalu diperkuat oleh hadits HR. Bukhari “ Sebesar-besar dosa adalah syirik kepada Alloh SWT, membunuh jiwa, durhaka kepada kedua orang tua dan berkata dusta”.

 

b.    Bayan Tafsir, Yaitu memberikan rincian dan penjelasan terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang masih bersifat umum. Misalnya ayat tentang sholat, zakat, haji.

Hadits Bukhori “ Sholatlah kamu sebagai mana kamu melihat aku (Nabi) sholat”.

Hadits ini merupakan tafsiran dari QS. An-Nuur {24} : 56.

 

c.    Bayan Tasyri’ Hadits berfungsi menetapkan hukum atau aturan yang tidak terdapat dalam Al-Qur’an. Misalnya diharamkan menghimpun dalam pernikahan seorang wanita dengan bibinya. Sabda Rasululloh : Tidak boleh seseorang mengumpulkan (memadu) seorang wanita dengan Ammah (bibi dari pihak bapak) dan seorang wanita dengan Khalah (bibi dari pihak ibu). (disepakati HR. Bukhari Muslim) .

 

4.    Pembagian Hadits.

Istilah – istilah yang dipakai dalam Ilmu Hadits adalah :

a.    Matan  : ialah materi yang disampaikan oleh perawi.

b.    Rawi    : ialah orang yang meriwayatkan Hadits.

c.    Sanad  : ialah rangkaian orang yang menjadi perantara sampai kepada Nabi SAW.

Ditinjau dari matan, rawi, dan sanadnya Hadits terbagi menjadi dua :

a.    Hadits Maqbul yaitu Hadits yang bisa dijadikan sumber hukum.

Contoh :

1.    Mutawatir  : yaitu Hadits yang memiliki banyak sanad dan mustahil perawinya

  berdusta secara bersama-sama.

2.    Shahih       : yaitu Hadits yang cukup sanadnya dari awal sampai akhir, dan

  para perawinya sempurna hafalannya.

3.    Hasan        : Yaitu Hadits yang dari segi hafalan rawinya kurang dibandingkan

  dengan Hadits Shahih.

 

b.    Hadits Mardud yaitu Hadits yang tertolak dan tidak dapat dijadikan sebagai sumber hukum. Contoh :

1.    Dhaif         : yaitu Hadits lemah yang tidak bersambung sanadnya.

2.    Mauquf      : yaitu Hadits yang terhenti pada sahabat dan tabi’in.

3.    Munqathi’  : yaitu Hadits yang salah seorang perawinya tidak disebut namanya.

4.    Maudlu’     : yaitu Hadits palsu.

 

C.  Ijtihad

Al-Qur’an dan Hadits tidak akan berubah dan mengalami penambahan isi bersamaan dengan berakhirnya wahyu, sementara permasalahan kehidupan senantiasa muncul  sejalan dengan perkembangan peradaban manusia. Untuk menjawab persoalan tersebut Islam membolehkan umatnya berijtihad.

 

1.    Pengertian.

 

a.    Menurut bahasa, Ijtihad berarti : memeras pikiran, mencurahkan tenaga secara maksimal atau berusaha dengan sungguh – sungguh.

 

b.    Menurut Istilah, Ijtihad berarti : berusaha dengan sungguh – sungguh untuk memecahkan suatu persoalan yang tidak ada ketetapan hukumnya dalam Al-Qur’an dan Hadits dengan menggunakan akal fikiran serta berpedoman pada ketentuan – ketentuan yang telah ditetapkan. Orang yang melakukan Ijtihad disebut Mujtahid. Dasar yang membolehkan berijtihad terdapat dalah Al-Qur’an  Surat An-Nisaa’ (4) : 59. Dan Sabda Rasululloh kepada Abdullah bin Mas’ud : “Berhukumlah engkau kepada Al-Qur’an dan AS-Sunnah apabila persoalan itu kau temukan pada dua sumber tersebut, tapi apabila engkau tidak menemukannya  pada dua sumber tersebut maka berijtihadlah”.

 

c.    Syarat – syarat melakukan Ijtihad.

1.    Mengetahui isi dan kandungan Al-Qur’an dan Al-Hadits.

2.    Mengetahui seluk beluk bahasa Arab dengan segala kelengkapannya.

3.    Mengetahui ilmu ushul dan kaidah – kaidah fiqh secara mendalam.

4.    Mengetahui soal – soal ijma’

 

2.    Bentuk – bentuk Ijtihad

a.    Ijma’

1.    Kesepakatan para pakar Islam tentang hukum suatu masalah yang belum disebutkan dalam Al-Qur’an dan Hadits.

2.    Kesepakatan seluruh mujtahid tentang hukum syara’ yang belum ditentukan hukumnya setelah Rasululloh wafat.

3.    Berdasarkan  QS. An-Nisaa’ {4} : 59, setiap muslim disamping perintah untuk taat kepada Alloh dan Rasul-Nya, juga harus taat kepada yang mempunyai keahlian dibidangnya termasuk para mujtahid (ulama). Contoh Ijma’, mengumpulkan ayat Al-Qur’an dan membukukannya menjadi satu mushaf. Contoh lain, bayi tabung, donor dan transfusi darah dll.

b.    Qiyas

Menurut istilah Qiyas berarti : menetapkan hukum suatu masalah atau kejadian yang tidak ada hukumnya dengan masalah yang sudah ada hukumnya karena keduanya ada persamaan illat (sebab – sebab hukum).

 

 

 

Contoh : mengharamkan minuman keras seperti bird an wiski. Haramnya minuman ini karena diqiyaskan dengan khamar yang disebutkan dalam Al-Qur’an (QS. Al-Maidah {5} : 90 – 91) karena antara keduanya terdapat persamaan Illat (sebab, alasan, sifat) yaitu sama – sama memabukkan atau najis.

 

3.  Kedudukan dan Fungsi Ijtihad.

     a. Untuk menjawab persoalan kehidupan manusia yang muncul setiap saat yang tidak

         ditemukan hukum yang baku dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits. Contoh pelaksanaan

         sholat dalam pesawat.

     b. Islam sangat menghargai peran akal, asalkan sesuai dengan prinsip yang ada dalam

         Al-Qur’an dan Al-Hadits. Sebagaimana sabda Rasululloh :

        “ Apabila seorang hakim memutuskan perkara, kemudian ia melakukan ijtihad dan ter

         nyata hasil ijtihadnya benar maka ia memperoleh dua pahala, dan bila ijtihadnya 

         salah maka ia memperoleh satu pahala.”. (HR. Bukhari – Muslim). 

 

D.  Hukum Taklifi

         

1.    Pengertian Hukum Taklifi

Hukum taklifi disebut juga hukum syar’I, yaitu ketentuan Alloh SWT yang harus dilaksanakan oleh setiap orang mukallaf (mu’min,/muslim, baligh dan berakal sehat) dengan konsekuensi dan sanksi yang telah ditetapkan.

 

2.    Pembagian Hukum Taklifi

Hukum Taklifi dibagi lima(5) bagian yaitu :

a.    Wajib (Fardhu), adalah suatu keharusan. Pengertiannya adalah segala perintah Alloh SWT yang harus dikerjakan. Adapun macam-macam wajib adalah :

*   Wajib Syar’iy, adalah suatu ketentuan yang apabila dikerjakan mendatangkan   

     pahala sebaliknya bila tidak dikerjakan akan berdosa.

*   Wajib ‘Aqliy, adalah suatu ketetapan hokum yang harus diyakini kebenarannya

     karena masuk akal atau rasional.

*   Fardhu ‘Ainiy, adalah suatu ketetapan yang harus dikerjakan oleh setiap muslim

    seperti sholat lima waktu, sholat jum’at, puasa dll.

*   Fardhu Kifayah, adalah suatu ketetapan yang apabila telah dilaksanakan oleh 

    sebagian orang muslim, maka orang muslim lainnya terlepas dari kewajiban itu.

    tetapi bila tidak ada yang mengerjakannya maka berdosalah semuanya.

b.    Sunnat, adalah suatu perbuatan yang apabila dikerjakan akan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan tidak berdosa. Adapun macam-macam sunnat anatara lain :

*Sunnat Muakkad, adalah sunnat yang sangat dianjurkan, misalnya sholat tarawih,

  Sholat idhul fitri dan idhul adha.

 

*Sunnat Ghairu muakkad, adalah sunnat biasa. Misalnya member salam pada

  Orang lain atau puasa senin dan kamis.

 

*Sunnat Hai’at, adalah hal-hal dalam sholat yang sebaiknya dikerjakan, seperti

  Mengangkat dua tangan saat takbir, mengucapkan Allohu Akbar ketika akan

  Rukuk dan sujud. Dll.

 

Evaluasi Kognitif Skill.

 

 

1.    Jelaskanlah pengertian iman pada malaikat !

2.    Tuliskanlah tugas-tugas malaikat !

3.    Jelaskanlah tiga fungsi iman pada malaikat !

4.    Perilaku seperti apakah yang mencerminkan iman pada malaikat ?

5.    Sebagai makhluk gaib, malaikat dikenal dengan beberapa cirri yang berbeda dengan manusia, tuliskanlah cirri-ciri tersebut !

6.    Jelaskanlah apa yang dimaksud dengan sumber hukum Islam !

7.    Tuliskan sumber-sumber hukum Islam yang kamu ketahui !

8.    Jelaskanlah pengertian Al-Qur’an menurut bahasa dan istilah !

9.    Tuliskan fungsi Al-Qur’an dan kandungannya !

10.  Jelaskan macam-macam hadits dan fungsinya terhadap Al-Qur’an.

 

 

 

 

 

 

 

Aside | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s