Iman Pada Alloh

v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}

Normal
0
false

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

MODUL 1

BERIMAN KEPADA ALLOH  SWT

1.  TUJUAN PEMBELAJARAN

 

Setelah mempelajari modul ini peserta didik diharapkan dapat :

1.    Menjelaskan pengertian Iman kepada Alloh SWT.

2.    Menunjukkan ruang lingkup keimanan kepada Alloh dan tanda-tanda penghayatan dalam prilaku sehari-hari.

3.    Menjelaskan pengertian Asmaul Husna

4.    Menyebutkan 99 Asmaul Husna.

5.    Menjelaskan makna 9 Asmaul Husna : Al-‘Alim, As-Samii’, al-Bashir, Al-Hayyu, Al-Qoyyum, Al- Waahid, al-Qodir, Al-Muqaddim, dan Al- baaqi.

6.    Menunjukkan tanda-tanda penghayatan terhadap Asmaul Husna dalam prilaku sehari-hari.

 

A.  Deskripsi Materi

 

Seorang Muslim adalah orang yang menyerahkan dirinya secara total (kaffah) kepada Alloh SWT. Untuk mengesakan-Nya (QS. An-Nisa’ {4} : 105). Mengesakan Alloh SWT adalah “Bertauhid dullah”. Tauhid merupakan inti atau dasar dari seluruh tata nilai sehingga Islam dikenal sebagai agama tauhid. I’tikad dan keyakinan tauhid mempunyai konsekuensi dalam menata segala kegiatan, antara lain :

1.    Tauhid dalam ibadah dan doa (QS. Al-Fatihah {1} : 5).

2.    Tauhid dalam mencari nafkah dan berekonomi (QS. Hud {11} : 6, QS. Al-Baqoroh {2} : 284, QS. An-Nur {24} : 33}

3.    Tauhid  dalam melaksanakan pendidikan dan dakwah (Qs. Al-Qashash {28} : 56, QS. An-Nahl {16} : 37)

4.    Tauhid dalam berpolitik (Qs. Ali- Imran {3} : 26, QS. Yunus {10} : 65)

5.    Tauhid dalam menjalankan hokum (QS. Yusuf {12} : 40, 67)

6.    Tauhid dalam sikap hidup secara keseluruhan (QS. At-Taubah {9} : 18, QS. Al-Baqoroh {2} : 150, 208)

Tunduk dan patuh terhadap aturan-aturan Alloh SWT. Berarti mengikatkan diri terhadap aturan-aturan-Nya yang tertuang dalam Al-Qur’an dan Al-Hadist demi kemaslahatan manusia itu sendiri (QS. Ali Imran {3} : 83, QS. Thaha {20} : 2).

Bagi manusia yang berkomitmen terhadap aturan Alloh SWT akan :

          Mendapat derajat yang mulia (QS. Al-Isra’ {17} : 70)

          Hidupnya benar dan lurus (istiqomah) (QS. Al-Isra’ {17} : 19)

          Tepat tujuan pengabdiannya (QS. Al-An’am {6} : 163)

          Bersih dan luhur budi pekertinya (HR. Ahmad)

          Terpenuhi kebutuhannya dan pergaulan hidup dalam masyarakat secara baik (QS. Ath-Thalaq {65} : 2 – 14)

Sedang bagi manusia yang keluar dari ketentuan Alloh SWT. Akan :

          Diturunkan derajatnya lebih rendah dari binatang (QS. Al-A’raf {7} : 179)

          Tindakannya akan didominasi oleh nafsu yang rendah/negative (QS. Al-jatsiyah {45} :23)

          Hidupnya tidak akan tenang, saling tindas dan selalu curiga (QS. Al-Baqoroh {2} : 36).

 

2.  Uraian Materi

a.    Iman Kepada Alloh dan Sifat-sifat-Nya.

1.    Pengertian Iman kepada Alloh SWT.

Menurut bahasa, iman berasal dari bahasa Arab yaitu : NmA     NmWy~       AnAmyA|

Yang berarti percaya, sedangkan menurut istilah, iman ialah keyakinan yang tidak tergoyahkan yang timbul berdasarkan pegetahuan dan kepercayaan.

Dengan demikian yang dimaksud dengan iman kepada Alloh SWT ialah : Percaya dan yakin dengan sepenuh hati adanya Alloh SWT, sifat-sifat, ciptaan dan hukum- hukum-Nya.

 

Cara beriman kepada Alloh SWT ada 2 :

          Secara Ijmali yaitu :

Percaya kepada Alloh SWT secara garis besar, seperti meyakini Alloh SWT itu ada, menciptakan alam semesta, mengatur makhluk-makhluk-Nya dan Maha pengasih dan maha penyayang.

          Secara Tafshili, yaitu :

Percaya kepada Alloh secara rinci dengan mengetahui sifat-sifat dan nama-nama yang indah (Asmaul Husna)

 

B.Ruang Lingkup Keimanan Kepada Alloh SWT dan Tanda-tanda Penghayatannya.

Tanda-tanda seorang mukmin dalam menghayati sifat-sifat Alloh SWT, diwujudkan dalam tiga hal yaitu : Memiliki pengetahuan tentang Alloh SWT, Mempunyai keyaki nan kepada-Nya, dan bersedia secara berkesinambungan untuk ma’rifat kepada-Nya ( ma’rifatulloh)

 

Pengetahuan, keyakinan dan ma’rifatulloh meliputi 3 hal yaitu:

1.    Pengetahuan, keyakinan dan ma’rifat kepada “Rububiyah” Alloh SWT (QS. Al Ankabut {29} : 61).

Yaitu keyakinan bahwa Alloh SWT adalah pencipta dan pemelihara alam semesta.

Esensi aqidah adalah tauhid (QS. Al-Baqoroh {2} :163 dan QS. Muhammad {47} : 19) Setiap perbuatan yang bertentangan dengan jiwa tauhid adalah syirik dan perbuatan syirik menurut Al Quran :

a.    Dosa yang paling besar (QS. An Nisa’ {4} : 48)

b.    Kesesatan yang fatal (QS. An Nisa’ {4} : 116)

c.    Diharamkan masuk surga (QS. Al Maidah {5} : 72)

d.    Dosa yang tidak diampuni (QS. An Nisa’ {4} 48)

Adapun penyebab syirik kepada Alloh adalah SWT adalah :

a.    Harga diri yang sangat besar (QS.An Naziat {79} : 24, QS. Az Zukhruf {43} : 51

b.    Berpegang teguh pada tradisi (QS. Az Zukhruf {43} : 23 – 24 , Al Baqoroh {2} : 170)

c.    Orang kaya yang tertipu kekayaannya (QS. Al Qoshosh {28} : 34 – 39, Al Ahqaf {46} : 50)

d.    Tunduk pada hawa nafsu (QS. At Taubah {9} : 24, QS. Al Baqoroh {2} : 65)

e.    Orang kuat yang melalukan perbuatan yang keliru (QS. Al Qashosh {28} : 34, QS. Al Ahqaf {46} : 24 – 26).

f.     Orang yang berbudi luhur dianggap sebagai tuhan (QS. Al Imran {3} : 79 – 80)

Kesaksian manusia kepada Alloh pertama kali dilakukan manusia pada alam dzurriyah (alam ruh) sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al A’raf {7} : 172) :

 

                        Pengingkaran pengakuan tersebut merupakan bentuk karakter jahiliah karena :

a.    Tidak mengakui Alloh sebagai Rabb (QS. Al A’raf {7} : 54)

b.    Tidak mengakui Alloh sebagai malik (raja) (QS. Al Baqoroh {2} : 257)

c.    Tidak mengkui Alloh sebagai Illah (QS. Muhammad {47} : 19, Thaha {20} : 14)

 

2.    Pengetahuan, Keyakinan dan Ma’rifat kepada “Uluhiyah” Alloh SWT (QS. Al Fatiha {1} : 4 , Al Ikhlas { 112} : 1 – 2).

Yaitu keyakinan bahwa Alloh adalah satu-satunya zat yang berhak disembah.

Beribadah kepada Alloh SWT harus berbentuk Muroqobah Ilahiyah artinya mempunyai dampak positif terhadap perubahan prilaku orang yang melaksanakan ibadah, sehingga akan lebih mendekatkan diri kepada Alloh SWT. Adapun sasaran ibadah itu sendiri adalah :

a.    Membersihkan jiwa (QS. Al Ankabut {29} : 45)

b.    Memperbaiki akhlak (QS. At Taubah {9} : 163)

c.    Meluruskan perjalanan hidup manusia (QS. Al baqoroh {2} : 197)

 

Ibadah dalam Islam mempunyaai tiga fungsi yaitu :

a.    Merupakan pengikat seorang hamba dengan Alloh.

b.    Meningkatkan kebaikan dan mendorong untuk hidup takwa dalam segala aspek kehidupan.

c.    Merupakan media komunikasi antara hamba dengan Alloh SWT. (QS. Ali Imran {3} : 112, QS. Al Baqoroh {2} : 21)

Prinsip – prinsip ibadah adalah :

a.    Tidak Musyrik (QS. An Nisaa’ {4} : 116)

b.    Takut kepada Alloh SWT. (QS. An Nuur {24} : 52)

c.    Cinta kepada Alloh SWT. (QS.Al Baqoroh {2} : 52

d.    Bertaubat kepada-Nya (QS. At Tahrim {66} : 8, An Nuur {24} : 31).

e.    Selalu bersyukur atas nikmat dan karunia-Nya (QS. Al Baqoroh {2} ; 152, 172)

f.     Tidak mengikuti pola non ilahiyah (QS. Az Zukhruf {43} : 23 – 24)

g.    Tidak setengah- setengah dalam beragama dan tidak menjadikan agama sebagai permainan (QS. Al An’Am {6} : 70, QS. Al Hajj {22} : 11)

h.    Ridha dan ikhlas kepada qodho dan takdir Alloh ( HR. Tabrani)

Penyebab rusaknya ibadah seorang Muslim karena :

a.    Syirik kepada Alloh SWT. (QS. An Nisa’ {4} : 48)

b.    Berserah diri kepada selain-Nya (QS. Yunus {10} : 84)

c.    Beriman kepada sebagian Al Qur’an (QS. Al Baqoroh {2} : 85)

d.    Membenci dan meragukan keimanan (QS. Muhammad {47} : 9)

e.    Mengejek dan mempermainkan ayat-ayat-Nya (QS. At Taubah {9} : 65-66)

f.     Menetapkan dan mengikuti hukum selain hukum-Nya (QS. Al Maidah {5}:49-50

g.    Menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal (QS. At Taubah {9} : 31)

h.    Mengambil teman kepercayaan orang yang memusuhi islam (QS. Al Maidah {5} : 57)

i.      Mengikuti pikiran dan pedoman hidup (agama) selain Islam (QS. Ali Imran {3} ; 83 – 85)

3.    Pengetahuan, Keyakinan dan Ma’rifat kepada “Asma Wasifatihi” (QS. An Nahal {16} : 60, QS. Asy Syu’ara {26} : 11)

Yaitu keyakinan bahwa Alloh SWT memiliki sifat wajib 20, mustahil 20, jaiz 1 dan 99 nama yang indah. Ada 9 sifat wajib Alloh yang ada dalam Asmaul Husna.

Perbedaan sifat dan Asmaul Husna bagi Alloh ialah, kalau sifat berkaitan dengan zat-Nya, kalau Asmaul Husna berkaitan dengan af’al (perbuatan-Nya)

 

Melalui ayat (QS. Thaha {20} : 14), jalan ma’rifatulloh secara operasional membutuhkan dua pendekatan :

a.    Pendekatan dari manusia kepada Alloh SWT.

b.    Pendekatan dari Alloh SWT kepada manusia.

 

Proses ini perlu sarana atau fasilitas dan Alloh menyediakan dua fasilitas :

a.    Fasilitas Internal, yang ada pada manusia berupa akal (kemampuan meyerap, menganalisa yang ditangkap indera), piker (proses kerja akal) dan ilmu.

b.    Fasilitas Eksternal, yaitu fasilitas untuk sampai pada ma’rifatulloh melalui isyarat keberadaan Alloh SWT, yaitu isyarat formal (ayat kauliyah / ayat yang tertulis), isyarat non formal (ayat kauniyah / alam semesta) dan isyarat al ayat khash (ayat khusus / mukjizat dan karomah).

Pendekatan dari manusia kepada Alloh SWT dapat dilakukan melalui 2 cara :

a.    Ma’rifat dengan akal (QS. Al-An’am {6} : 75-79). Menggunakan akal adakalanya menghasilkan keyakinan akan adanya Alloh SWT. Disamping menghasilkan sebaliknya, sebab hasil pertimbangan akal itu selalu dimulai dari keraguan antara positif dan negatif. Selain itu akal tanpa hidayah agama juga akan sesat, oleh karena itu orang yang tidak menerima dakwah Islam, berarti tidak menerima hukum Alloh.(QS.Al Isra’{17} : 15)

b.    Ma’rifat dengan dalil naqli melalui ciptaan Alloh SWT (QS. Al Alaq {96} : 1-5)

Sebab terputusnya ma’rifatulloh :

a.    Tertutup hati (QS. Al Baqoroh {2} : 6 – 7)

b.    Tidak mendapat bimbingan Alloh SWT (QS. An Nahl {16} : 104)

c.    Tidak sama antara kata dan hati (QS> Al Baqoroh {2} : 10, QS. Al Furqon {25} : 43 – 44)

d.    Lengah (QS. Yunus {10} : 7)

e.    Salah langkah atau jalan untuk berma’rifat (QS. Al An’am {6} : 153, QS Yusuf {12} : 106)

 

 

 

 

 

C.Asmaul Husna

1.    Pengertian Asmaul Husna

Asmaul Husna berarti nama-nama yang baik dan indah jumlahnya 99. Asmaul Husna diterangkan dalam QS. Thaha {20} : 8

 

7.       Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang baik),

 

Dan dijelaskan dalam sebuah hadis yang artinya :

“Sesungguhnya Alloh mempunyai 99 nama yaitu 100 dikurangi 1 (satu). Barang siapa menghafalkannya, akan masuk surge, sesungguhnya Alloh itu witir (tidak genap). Dia menyukai witir itu”. (HR. Baihaqi)

 

Menurut Abdullah Sani dalam bukunya Asmaul Husna 76 nama-nama dari Asmaul Husna itu berasal dari Al Quran, sedang 23 lainnya terdapat dalam hadits.

 

Asmaul Husna dapat dibagi 5 kelompok :

a.    Kelompok yang berhubungan dengan Zat Alloh SWT seperti Al-Wahiid (Maha Tunggal), Al-haq (Maha Benar), Al-Quddus (Maha Suci), Al-Somad (Maha dibutuhkan).

b.    Kelompok yang berhubungan dengan ciptaan Alloh SWT. Seperti Al-Khaliq (Maha pencipta), Al-Bari (Maha mengadakan dari yang tiada), Al Mushawwir (Maha membuat bentuk).

c.    Kelompok yang berhubungan dengan keagungan dan kemuliaan zat-Nya, seperti Al-Azhim (Maha agung), Al-Aziz (Maha perkasa), Al Alii (Maha tinggi)

d.    Kelmpok yang berhubungan dengan kasih Alloh pada makhluk-nya seperti Ar-Rahman (Maha pemurah), Ar-Rahim (Maha pengasih), Al-Halim (Maha penyantun)

e.    Kelompok yang berhubungan dengan keluasan ilmu Alloh SWT, seperti Al-Alim (Maha mengetahui), Al-Bashir (Maha melihat), As-Sami’ (Maha mendengar).

 

2.    Dalam Asmaul Husna terdapat 9 sifat-sifat Alloh yaitu :

a.    Al-‘Aliim : ilmu (Maha Mengetahui)

Al-‘Alim adalah nama Alloh SWT yang menunjukkan bahwa pemilik nama ini adalah sumber dari segala ilmu bagi makhluk-Nya. Alloh lah yang telah mengajarkan ilmu bagi hamba-Nya yang bodoh dan dan menunjukkan jalan bagi yang tersesat.

Nama Alloh Al-‘Alim juga menunjukkan arti bahwa Allohlah yang maha mengetahui sesuatu segala sesuatu baik yang besar maupun yang kecil, yang nyata dan yang tersembunyi, seperti apa yang ada dalam hati dan fikiran manusia. (QS. Al An’am {6} : 80)

 

b.    As-Samii’ = sifat sama’ (Maha Mendengar)

Alloh SWT sang pencipta yang telah menciptakan indera pendengaran bagi seluruh makhluk-Nya. Alloh maha mendengar dan sebaik-baik pendengaran.  binatang kecil di dasar lautan.

 

c.    Al-Bashiir = sifat Bashaar (Maha Melihat)

Alloh adalah zat yang maha melihat segala sesuatu yang berada dialam semesta ini baik yang besar maupun yang kecil, bahkan benda yang lebih kecil dari atom sekalipun tidak lepas dari penglihatan-Nya.

Penglihatan Alloh meliputi segala sesuatu dan tidak dapat terhalang oleh apapun.

 

d.    Al-Hayyu = sifat Hayat (Maha Hidup)

Al-Hayyu artinya maha hidup, maksudnya Alloh hidup abadi tidak ada awal dan akhir. Sifat ini hanya dimiliki oleh Alloh semata (QS Al Furqon {25} : 58). Sehingga Alloh SWT merupakan sumber kehidupan.

 

e.    Al-Qoyyum = sifat Qiyamuhu binafsihi (Maha berdiri sendiri)

Maksudnya adalah hanya Allohlah penguasa serta pengatur seluruh urusan makhluk. Dalam dua nama ini tersimpan banyak rahasia Alloh, Alloh SWT akan mengabulkan permohonan hamba-hamba-Nya. Dua nama ini dapat dijumpai dalam Ayat Kursi yang merupakan “tuannya Al Qur’an”.

                           

 255. Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur.    

                        f.  Al-Wahiid = Sifat wahdaniyyah (Maha Esa)

 Al-Wahiid adalah Tuhan yang maha tunggal, tidak ada sekutu bagi-Nya. Allohlah       sembahan yang hakiki serta tempat meminta bagi hamba-Nya. Tidak ada tuhan selain Alloh tempat memohon pertolongan bagi hamba-Nya. (QS. Al Baqoroh {2} : 255)

 

f.     Al-Qaadiir = Sifat Qudrat (Maha Kuasa)

Dengan kekuatan dan keagungan yang dimiliki-Nya, Alloh SWT berkuasa atas segalanya. Kekuasaan-Nya melebihi apapun. Dengan kekuasaan-Nya Alloh mengatur perjalanan bintang di langit ataupun perjalanan manusia di bumi.

 

g.    Al-Muqaddim  = Sifat Qidam (Maha Dahulu)

Al-Muqaddim dan Al-Muakhir dapat berarti Alloh SWT adalah zat yang berkuasa untuk mendahulukan sesuatu atas sesuatu karena ada hikmah mulia di belakangnya. Dan hikmah tersebut hanya Alloh yang mengetahuinya.

Alloh juga berkuasa untuk mengakhirkan sesuatu dari sesuatu yang lain sesuai dengan keinginan dan kehendak-Nya.

 

 

h.    Al-Baaqi = sifat Baqa’ (Maha Kekal).

Al-Baaqi merupakan nama Alloh SWT yang mengandung makna kesempurnaan dan keagungan. Nama ini mengisyaratkan bahwa Alloh tidak akan mati. Allohlah zat yang menetapkan kematian bagi setiap orang yang hidup.

 

D.   Perilaku Yang Mencerminkan Keimanan Terhadap Sifat Alloh dalam Asmaul Husna.

 

1.    Menyadari keagungan Alloh SWT, sehingga merasa kecil di hadapan-Nya, yang pada gilirannya akan menghasilkan sikap rendah hati, sopan santun, bijaksana dll.

2.    Menambah rasa keimanan dengan selalumeresapi dan menyebut nama Alloh dan berupaya ingin semakin dekat kepada-Nya.

3.    Sadar dan segera bartaubat ketika berbuat dosa serta khilaf, ia segera memohon ampun dan bertaubat kepada Alloh SWT.

4.    Berusaha menerapkan Asmaul Husna dalam kehidupan sehari-hari.

5.    Bergetar hatinya apabila disebut nama Alloh SWT.

6.    Bertambah rajin membaca Al-Qur’an sebagai usaha memperkuat iman.

7.    Beribadah hanya kepada Alloh dengan ikhlas. (QS. Al-Bayyinah {98} : 5.

8.    Tunduk dan patuh kepada peraturan Alloh dan Rasul-Nya.

9.    Mengasihi sesame manusia yang membutuhkan bantuan.

 

Skema

 Perwujudan Pribadi Yang Beriman  (Buah dari Iman)

 

Beribadah hanya pada-Nya (QS.51:56)

            

 

Bersyukur atas segala pemberian-Nya (QS.31:12, 14:7)

Kepada Alloh SWT

                                                              

 

Pribadi beriman menunaikan aspek-aspek kehidupan sebagai  berikut

Terhadap Al-Qur’an

Mengimani

Mentauladani (QS.24:62, 3:31, 3:59)

Mencintai (QS. 9:24)

Membaca (QS.73:4)

Mengamalkan (QS.29:51, 25:30)

Menyebarluaskan

Menghafal

Mengingat janjinya dengan Alloh (QS.7:172)

Tidak mempersekutukan-Nya(QS.31:12)

Hanya takut pada-Nya(QS.9:13)

Kepada Rasululloh SAW

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Menahan kebajikan,kedamaian dan keadilan(QS.60:8)

Selalu menebar rahmat bagi sesame(QS. 21:107)

Sadar bahwa manusia khalifah di bumi (QS.2:30)

Mengelola,memakmurkan bumi (QS.14:32-33)

 

 

 

 

 

 

 

Mengevaluasi segala perbuatan (QS.59:18)

Bersungguh-sungguh menjalani kehidupan (QS.29:69)

Selalu merasakan kehadiran-Nya(QS.26:218)

Diri Pribadi

Sesama Manusia

Terhadap Lingkungan

 

 

 

 

 

 

 

 

·         Iman kepada Alloh SWT merupakan dasar yang harus dilakukan oleh setiap muslim, karena dengan mengimani adanya Alloh SWT, akan paham betapa kecilnya manusia dihadapan Alloh, mengetahui arah dan tujuan kehidupannya.

 

·         Keyakinan akan adanya Alloh SWT merupakan rukun iman yang pertama yang mesti diper cayai oleh setiap muslim. Dengan kata lain, percaya dan yakin dengan sepenuh hati adanya Alloh SWT, sifat-sifatnya, ciptaan dan hukum-hukumnya.

 

·         Tanda-tanda seorang mukmin dalam menghayati sifat-sifat Alloh SWT diwujudkan dalam 3 hal antara lain :

1.    Memiliki pengetahuan tentang Alloh SWT.

2.    Mempunyai keyakinan kepada-Nya.

3.    Bersedia secara berkesinambungan untuk ma’rifat pada-Nya.

 

·         Pengetahuan, Keyakinan dan ma’rifat kepada Alloh meliputi 3 hal yaitu :

1.    Pengetahuan, keyakinan dan ma’rifat kepada Rububiyah Alloh SWT.

2.    Pengetahuan, keyakinan dan ma’rifat kepada Uluhiyah Alloh SWT.

3.    Pengetahuan, keyakinan dan ma’rifat kepada Asma washifatihi

 

·         Memahami Asma’ul Husna yaitu nama-nama Alloh SWT yang baik dan indah yang berjumlah 99, akan dapat mempertebal rasa keimanan karena akan tergambar betapa maha besarnya Alloh SWT yang menciptakan manusia dan seluruh alam raya..

 

Evaluasi Kognitif Skill

 

1.    Tuliskan pengertian iman kepada Alloh!

2.    Tuliskan pengertian dalil naqli dan aqli !

3.    Jelaskan fungsi ibadah dalam Islam !

4.    Tuliskan manfaat istiqomah dalam keimanan !

5.    Sebutkan prinsip-prinsip dalam beribadah kepada Alloh SWT. !

6.    Tuliskan penyebab rusaknya ibadah yg dilakukan seorang muslim !

7.    Tuliskan apa saja sifat Alloh yang terdapat dalam asmaul husna !

8.    Tuliskan tanda-tanda penghayatan terhadap asmaul husna !

 

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s