Akhlakul Karimah

SIFAT TERPUJI (AKHLAKUL KARIMAH)

Tujuan Akhir Pelajaran.

Setelah mempelajari modul ini diharapkan dapat :

1. Memberi contoh tentang prilaku terpuji
2. Menjelaskan pengertian, manfaat, factor penyebab, dan kenapa harus bersikap husnozon kepada Alloh SWT, gigih, inisiatif, rela berkorban, dan memiliki sikap yang benar terhadap makhluk lain.

I. HUSNUZHON

a. Pengertian Husnozhon.
Husnizhon adalah sikap atau keadaan jiwa yang berprasangka baik. Orang yang mempunyai
Sikap husnozhon adalah orang yang senantiasa berprasangka baik.
b. Macam-macam Husnuzhon dan contohnya
1. Husnozhon kepada Alloh SWT.
Yaitu menerima dengan senang hati segala keputusan Alloh yang sifatnya menyenangkan
Maupun yang tidak menyenangan. Perhatikan QS. Al-Baqoroh {2} : 216 :

Artinya : …… Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, pada hal ia amat buruk bagimu, Alloh menye- tahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Contoh : Seseorang yang ingin masuk sekolah unggulan, ternyata ia hanya diterima di
Sekolah biasa, meski demikian ia menerima dengan ikhlas dan tetap berprasangaka
Bahwa itu adalah ketentuan Alloh yang terbaik untuknya.

2.Husnuzhon terhadap diri sendiri
Yaitu menyadari bahwa setiap manusia mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-
masing yang diberikan Alloh SWT. Sehingga tidak perlu merasa rendah diri dan selalu
bersyukur kepada-Nya. Perhatikan QS. Al-Hujurat {49} : 11

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri[1409] dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman[1410] dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim”.

Contoh : Banyak orang yang memiliki cacat fisik, namun justru kekurangannya itu yang menjadi
Sumber rezeki baginya.

3. Husnuzhon kepada sesama.
Yaitu : berprasangka baik kepada sesame manusia, seluruh ucapannya, perbuatannya dan sikap orang lain diterima sebagai mana adanya tanpa diiringi dugaan-dugaan yang tidak baik.
Perhatikan QS. Al-Hujurat {49} : 12

12. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.

Contoh : tidak berburuk sangka kepada teman yang prestasinya bagus meskipun sebelumnya
Prestasinya biasa-biasa saja.

II. GIGIH

Dalam kamus bahasa Indonesia kata gigih berarti “keras hati, tetap dan teguh pada pendirian dan pikirannya”. Dengan demikian orang yang gigih adalah orang yang berusaha sungguh-sungguh menggapai cita-cita sampai batas kemampuan terakhir.. Makna lain adalah “teguh hati” dalam menjalankan atau mempertahankan prinsip, baik dibidan agama, pendirian dan norma hidup, maupun segala hal yang terkait dengan sisi keseharian yang ditempuh manusia.

Contoh : Gigihnya Thomas Alfa Edison dalam melakukan eksperimen secara berulang-ulang hingga akhirnya menemukan energy listrik.

III. BERINISIATIF

Berinisiatif berasal dari kata “inisiatif” yang berarti : “usaha sendiri, langkah awal dan ide
Baru”. Berinisiatif berarti mengembangkan dan memberdayakan sector kreatifitas daya pikir
Manusia untuk merencanakan idea tau buah pikiran menjadi konsep baru yang pada giliran
nya dapat berdaya guna dan bermanfaat.
Manusia yang berinisiatif adalah manusia yang mampu mencermati kreasi Illahi Rabbi, selan-
jutnya menjadikan bahan renungan atau kreatifitas berfikir dalam semua waktu dan tempat,
kemudian membuat kreasi baru (karya baru) atau berinisiatif memproduksi semua potensi
menjadi berdaya guna.
Dalam pengembangan Islampun, kebutuhan akan inisiatif dan terobosan baru sangat men-
jadi dambaan, sehingga derajat diri dan maslahat umat dapat menyamai derajat bangsa/ne
gara maju sebagaimana sejarah Islam periode awal telah menorehkan tinta emas dalam
peradaban Islam.

IV. RELA BERKORBAN

Menurut istilah berarti bersedia melakukan sesuatu dengan ikhlas hati, senang hati dengan
tidak mengharap imbalan, dan mau memberikan sebagian yang dimiliki, meskipun akan me-
nimbulkan ketidaknyamanan bagi dirinya sendiri. (QS. Al-Hasyar {59} : 9). Makna yang ter –
kandung dalam pengertian ini adalah bahwa untuk mencapai suatu kemajuan, keserasian,
keselarasan dan keseimbangan dalam hidup bermasyarakat, diperlukan adanya kesediaan
dengan ikhlas hati untuk memberikan sesuatu yang kita miliki untuk keperluan orang lain atau
masyarakat. (QS. At-Taubah {9} : 88 – 89)

VI. BERSIKAP BENAR TERHADAP MAKHLUK LAIN SELAIN MANUSIA.

Akhlak terhadap makhluk lain dapat ditempuh melalui dua cara :
a. Syafaqah ialah perasaan belas kasih sehingga senantiasa ingin berbuat baik bagi sesame makhluk. Contoh, ketika menyembelih binatang, menggunakan pisau yang tajam, menolong hewan yang mengalami kesulitan, membunuh hewan yang berbahaya dengan cara tidak menyiksa.
b. Himayah ialah memelihara makhluk lain dengan penuh kasih sayang. Contoh : tidak lupa menyiram tanaman, member makan dan minum serta tempat bila memelihara hewan.

Perhatikan firman Alloh SWT. Dalam QS. An-Nahl {16} : 14, (QS. Al-anbiya {21} : 30), (QS. Luqman {31} : 20 dan QS. Al-Mukminun {23} : 27)
Melalui beberapa ayat tersebut, Nampak bahwa hidup manusia sangat tergantung pada alam
Dan lingkungannya. Untuk itu Islam memberikan pedoman tentang hubungan alam dengan lingkungan :

1. Alam dan lingkungan ini diperuntukkan bagi manusia dan manusia diperintahkan untuk memakmurkan dengan cara memanfaatkan sebaik-baiknya.
2. Manusia dalam memanfaatkan alam harus tahu batas-batasnya.
3. Manusia harus tetap menjaga keseimbangan, kelestarian dan kesinambungan alam dan lingkungan.
4. Dilarang mengeksploitasi alam lingkungan hanya untuk kepentingan nafsu serakah saja.

PRILAKU YANG DIHARAPKAN DARI MATERI INI

1. Dapat berbesar hati dalam menghadapi perjalanan hidup seperti sifat yang digambarkan Al-Qur’an surat Al-Baqoroh {2} : 216.
2. Menghayati dan menyadari potensi kekhalifahan yang diserahi tugas memakmurkan dunia beserta isinya untuk kemaslahatan penghuni alam semesta, dengan “sadar” kelak mesti dipertanggungjawabkan. (QS. Al-Anfal {8} : 25)
3. Mengasah otak dan fikiran untuk selalu berkreasi agar selalu menghasilkan sesuatu yang berdaya guna.
4. Mengikis sifat-sifat Fir’aun (egoistis) yang mau menang sendiri serta suka melampaui batas, karena segala sifat yang melampaui batas selamanya binasa dan dibinasakan oleh Alloh SWT.
5. Peka atas kejadian disekitar kita dan peduli pada orang-orang yang butuh pertolongan.

EVALUASI KOGNITIF SKILL.

1. Coba jelaskan hubungan antara Iman, Islam dan Ihsan !
2. Jelaskan pengertian husnuzhon!
3. Jelaskan kenapa dalam hidup ini kita harus bersifat husnuzhon?
4. Salin dan terjemahkan QS. At-Taubah {9} : 82!
5. Jelaskan apa yang dimaksud dengan gigih dan berinisiatif !
6. Sebutkan pedoman Islam dalam memperlakukan alam sekitar !
7. Ada 2 cara memperlakukan makhluk lain, jelaskan !

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s