HAJI DAN UMROH

HAJI DAN UMRAH

 

Tujuan Pembelajaran

 

Setelah mempelajari modul ini peserta didik diharapkan dapat :

 

  1. Menyebutkan syarat-syarat, rukun, wajib serta sunnah haji dan umroh.
  2. Menjelaskan tata cara mengerjakan haji dan umrah
  3. Menyebutkan larangan dalam ihrom
  4. Menjelaskan Dam atau denda dalam ibadah haji.
  5. Menjelaskan tahapan haji dan umrah bagi jamaah haji Indonesia.
  6. Menjelaskan hikmah ibadah haji dan umrah.
  7. Menunjukkan prilaku yang mencerminkan penghayatan terhadap hikmah haji dan umrah.

 

  1. A.   Perundang-undangan Tentang Pelaksanaan Haji

 

Penyelenggaraan haji di Indonesia diatur dalam UU RI No 17 Tahun 1999, isinya yaitu :

 

* Ketentuan Umum

* Biaya penyelenggaraan ibadah haji

* Cara pendaftaran

* Pembinaan

* Kesehatan

* Keimigrasian

* Akomodasi

* Penyelenggaraan haji khusus

* Penyelenggaraan umrah dan ketentuan lainnya

 

  1. B.   Contoh Pengelolaan Ibadah Haji

 

  1. 1.    Pengertian Ibadah Haji
    1. Secara bahasa (lughoh) artinya menuju kesuatu tujuan
    2. Menurut syara’ (istilah) ialah berkunjung ke Baitulloh (ka’bah) dengan sifat-sifat, waktu dan syarat-syarat tertentu.

Sebagai salah satu rukun Islam, haji disyariatkan melalui firman Alloh

QS. Ali Imran {3} : 97 :

   

,    

                        Artinya : “ mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Alloh, yaitu bagi

                                        Orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitulloh”.

 

 

 

 

 

 

                        QS. Al-Hajj {22} : 27 :

 

                       

                        Artinya : “ Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya me-    

                                         Reka akan dating padamu dengan berjalan kaki dan mengendarai

                                         Onta yang kurus, yang dating dari segenap penjuru yang jauh”.

 

  1. 2.    Syarat – syarat Haji

 

  1. Wajib beragama Islam, baik laki-laki maupun perempuan yang sudah baligh dan berakal sehat (mukallaf)
  2. Merdeka, bukan hamba sahaya.
  3. Istitha’ah dalam pengertian : mampu secara materil (biaya dirinya dan keluarga yang ditinggalkan), mampu secara fisik dan memiliki pengetahuan tentang manasik haji, dan informasi tentang Arab Saudi.
  4. Dilaksanakan pada waktunya.
  5. Khusus bagi perempuan harus disertai suami atau mahramnya atau orang lain yang dapat diberi amanah.
  6. Wajib hanya sekali seumur hidup

 

Adapun orang-orang yang mendapat keringanan dalam berhaji adalah :

 

  1. Orang yang tidak mampu melakukan haji sendiri baik karena lanjut usia atau karena sakit.
  2. Orang yang sudah meninggal dan belum berhaji maka dapat dihajikan (haji badal) oleh orang yang sudah berhaji, diutamakan anaknya.
  3. Anak yang belum baligh namun sudah berhaji, nanti bila sudah baligh masih berkewajiban haji.

Sabda Rasululloh Saw. :

Dari Ibnu Abbas RA bahwasanya seorang perempuan dari kabilah Khasy’am telah bertanya kepada Rasululloh, “sesungguhnya Bapakku telah mendapat kewajiban haji sedang ia telah tua, tidak dapat tetap diatas ontanya. Jawab Rasululloh : hendaklah engkau melaksanakan hajinya.” (HR. Jama’ah)

 

 

  1. 3.    Miqat Haji dan Umrah

 

Miqat adalah batas waktu dan tempat untuk mulai melakukan ihram.

Miqat terbagi dua :

 

  1. Miqat Zamani (waktu) : Waktu yang ditentukan untuk melakukan haji yaitu di mulai dari bulan syawal (bulan ke 10) sampai sepuluh hari bulan zulhijjah (bulan ke 12). Firman Alloh SWT dalam QS. Al-Baqoroh {2} : 197 :

 

 

                        Artinya : “(musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi……..”

 

                        Adapun umrah tidak terikat waktu, kapan dan bulan apapun boleh melakukan

                        Umrah, namun yang utama adalah dibulan ramadhan berdasarkan sabda Rasul :

                        “Berumrah pada bulan ramadhan sama nilainya dengan satu kali haji”.

 

 

  1. Miqat Maqani yaitu batas bagi jamaah haji mulai berikhram dan memakai pakaian ihram.

 

Ada lima tempat yang sudah ditentukan sebagai miqat makani yaitu :

  1. Dzul Hulaifah (Bir Ali) dari Madinah. Jamaah haji Indonesia gelombang pertama memulai ihram untuk umrah ditempat ini.
  2. Juhfa dari Syam dan sekitarnya
  3. Dzatu Irqin dari Iraq dan sekitarnya
  4. Qarnun Manazil dari Dubai dan sekitarnya
  5. Yalamlam dari Yaman dan sekitarnya termasuk jama’ah haji dari Indonesia gelombang kedua.

 

  1. 4.    Rukun dan Wajib Haji

 

Dalam ibadah haji, disamping ada rukun ada pula wajib haji, keduanya wajib dilaksanakan perbedaannya terletak pada :

  1. Bila wajib haji ditinggalkan (tidak dikerjakan), hajinya tetap sah namun ia tetap membayar dam (denda).
  2. Bila rukun haji yang ditinggalkan, maka ibadah hajinya tidak sah dan tidak bisa diganti dengan dam, melainkan dengan cara mengulanginya pada tahun berikutnya.

 

Rukun Haji.

 

  1. Ihram, ketentuannya sebagai berikut :
    1. Niat melakukan ibadah haji
    2. Memakai pakaian ihram, terdiri dari :

Bagi pria, terdiri dari dua lembar kain putih yang tidak berjahit, selembar untuk sarung, selembar untuk selendang.

Bagi wanita, pakaian yang menutupi seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan.

  1. Sebelum ihram disunatkan mandi, memakai parfum, bercukur, menyisir rambut dan memotong kuku.
  2. Selama ihram dilarang :

Bagi pria memakai pakaian yang berjahit, sepatu yang menutupi mata kaki dan penutup kepala yang melekat.

Bagi wanita menutup muka atau memakai sarung tangan.

Bagi pria dan wanita dilarang :

  1. Memakai parfum, bercukur, memotong kuku, mencabut bulu badan, memotong dan mencabut pohon, berburu atau mengganggu binatang serta bercumbu dan bersetubuh.
  2. Nikah, menikahkan, melamar atau meminang.
  3. Bertengkar, berbantahan, mencaci atau mengucapkan kata cabul dan kasar. Seperti firman Alloh (QS. Al-Baqoroh {2} : 197)

 

  1. Wukuf, Yaitu tinggal di Arafah pada tanggal 9 dzulhijjah dimulai waktu zuhur (tergelincir matahari) sampai terbenamnya matahari.

Kegiatan selama di Arafah :

  1. Mendengarkan khutbah haji
  2. Sholat berjama’ah dengan jama’ taqdim dengan menggabungkan zuhur dengan ashar.
  3. Berdoa dan berzikir terutama waktu wukuf antara zuhur sampai magrib tanggal 9 zulhijjah.
  4. Thawaf, yaitu mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali dengan ketentuan :
    1. Menutup aurat
    2. Suci dari hadas besar dan kecil.
    3. Ka’bah berada disebelah kiri orang yang thawaf, sebagai mana hadits dari jabir : Dari Jabir, bahwasannya Nabi Saw sesampainya di Makkah beliau mendekat di hajar aswad terus mengusapnya kemudian berjalan disebelah kanan, berjalan cepat 3 x keliling dan 4 x berjalan biasa, (HR. Muslim dan Nasa’i)
    4. Thawaf dimulai dari hajar Aswad.
    5. Pelaksanaan thawaf jangan sampai keluar dari lingkungan masjid (QS. Al-Hajj {22} : 29.

 

Menurut jenisnya, thawaf dibagi menjadi 6 :

  1. Thawaf qudum (thawaf ketika baru sampai) sebagai ganti sholat tahiyatul masjid.
  2. Thawaf ifadhah, thawaf yang menjadi rukun haji.
  3. Thawaf wada’ (thawaf yang dikerjakan karena akan meninggalkan makkah)
  4. Thawaf thahallul (menghalalkan dari yang haram karena ihram)
  5. Thawaf nazar (thawaf karena nazar)
  6. Thawaf sunnat (tathawwu’ = sunnat)

 

Tata Cara Pelaksanaan Thawaf

Karena thawaf dilaksanakan tujuh kali berkeliling, maka rasululloh Saw mengajarkan doa-doanya yang sebaiknya dibaca jamaah haji dari putaran

Pertama sampai putaran ke tujuh.

  • Mula2 membaca        sambil memberi hormat dengan 

Tangan kearah Hajar Aswad, bahkan kalau bisa menciumnya.

  • Selesai melakukan thawaf, hendaklah ke Multazam suatu tempat yg mustajab untuk

Berdoa (antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah)

  • Kemudian dilanjutkan dengan sholat sunnat 2 rakaat di maqam Ibrahim
  • Sesudah itu minum air zam-zam.

 

  1. d.    Sa’i

Yaitu berjalan atau berlari-lari kecil yang dimulai di bukit shafa sampai bukit marwah sebanyak tujuh kali.

 

  1. Syarat-syarat Sa’I :
    1. Sa’i di mulai dari bukit shafa dan berakhir di bukit marwah.
    2. Hendaklah sa’I dilaksanakan tujuh kali.
    3. Waktu sa’I sesudah thawaf
    4. Cara pelaksanaan Sa’i
      1. Selesai thawaf keluar dari Masjidil Harom melalui tangga menuju pintu Babus Shafa (salah satu pintu di masjidil harom)
      2. Mendekati bukit Shafa disunnahkan membaca doa : QS. Al-Baqoroh {2} : 185

“Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari Syi’ar Alloh.

  1. Setelah itu angkat tangan agak tinggi sambil menghadap ka’bah untuk berdoa.
  2. Mulai sa’I tatkala melewati dua pilar berwarna hijau bagi laki-laki berlari-lari kecil, sedangkan wanita cukup berjalan biasa sambil berdoa.

“Ya Alloh, ampunilah, rahmatilah, maafkanlah, muliakanlah serta hapuskanlah dari apa – apa yang Engkau ketahui dari dosa kami, (karena Engkau maha mengetahui apa-apa yang kami sendiri tidak mengetahui. Sesungguhnya Engkau ya Alloh maha tinggi dan maha mulia.”

  1. Mendekati bukit Marwah doa yan dibaca sama dengan mendekati bukit Shafa.

 

  1. A.   Tahallul

Yaitu menjadi halalnya sesuatu yang diharamkan karena ihram. Tahallul dilakukan      dengan dua cara,  wanita hanya boleh melakukan Taqsir, sedangkan laki-laki boleh memilih yaitu :

  1. Taqsir, yaitu mengambil beberapa helai rambut lalu dipotong atau digunting.
  2. Tahliq, yaitu dicukur gundul mulai sebelah kanan lalu kiri.

 

  1. B.   Tertib.

 

WAJIB HAJI

 

Wajib haji ada lima yaitu :

  1. Ihram dari Miqat, yang berarti harus juga meninggalkan larangan ihram.
  2. Bermalam di Muzdalifah, artinya bermalam/berhenti sejenak di Muzdalifah setelah tengah malam pada tanggal 10 zulhijjah, dimanfaatkan mengambil batu untuk melontar jumroh sebanyak 70 biji/lebih.
  3. Bermalam di Mina, artinya tinggal beberapa saat di Mina pada malam-malam tasyrik.
  4. Melontar jumroh, artinya melontar jumroh di Mina pada tanggal 10, 11, 12, 13 zulhijjah.
  5. Tidak berbuat larangan haji.
  6. Thawaf Wada’, thawaf ini dikerjakan tatkala jama’ah haji akan meninggalkan makkah untuk pulang kenegara masing-masing setelah seluruh rangkaian rukun dan wajib haji selesai dilaksanakan.

 

 

 

 

 

 

SUNAT- SUNAT HAJI

 

  1. Membaca talbiyah dengan suara nyaring bagi laki-laki dan lemah lembut bagi perempuan waktunya sejak ihrom sampai saat melontar jumroh aqabah pada hari raya qurban.
  2. Membaca shalawat Nabi SAW.
  3. Melaksanakan thawaf qudum, atau thawaf tahiyyah, karena tawaf ini merupakan thawaf penghormatan bagi Ka’bah.
  4. Membaca zikir sewaktu tawaf.
  5. Sholat dua rakaat sesudah thawaf.
  6. Masuk ke Baitulloh dari pintu Hijr Ismail.

 

5. DAM

 

Yaitu denda yang dikeluarkan karena meninggalkan wajib haji atau mengerjakan haji dengan cara Tamattu’ dan Qiran atau melakukan larangan ihrom.

 

Ketentuan Dam sebagai berikut :

 

  1. Bila melakukan larangan ihrom kecuali bersetubuh, berburu, membunuh binatang, mencabut atau memotong tumbuhan serta melaksanakan aqad nikah, damnya adalah : menyembelih seekor kambing atau bersedekah kepada 6 orang miskin (3 sha’ = 9,3 liter) atau berpuasa 3 hari.

 

  1. Suami istri bersetubuh, damnya adalah :

–          Menyembelih seekor unta atau

–          Menyembelih seekor sapi atau

–          Menyembelih 7 ekor kambing atau

–          Memberi makan fakir miskin senilai harga seekor unta di tanah haram

 

Bila dilakukan sebelum Tahallul Awal, wajib membayar dam dan hajinya batal. Dan bila dilakukan sesudah Tahallul Awal, wajib membayar dam dan hajinya sah.

 

  1. Jama’ah haji yang melaksanakan haji Tamattu’ atau Qiran maka damnya sebagai berikut :

–          Menyembelih seekor kambing yang sah untuk qurban.

–          Bila tidak sanggup maka harus berpuasa 10 hari, 3 hari sewaktu di Makkah paling lambat sampai hari raya idul adha dan 7 hari lagi sampai di tanah air.

 

  1. Berburu atau membunuh binatang atau mencabut/memotong pohon di tanah haram maka damnya adalah :

–          Menyembelih hewan Qurban yang sebanding dengan binatang buruan atau pohon yang dicabut.

–          Atau memberi makan fakir miskin senilai dengan binatang yg dibunuh atau pohon yang dicabut.

–          Atau berpuasa (untuk tiap mud = sehari puasa) yang dapat dibeli seharga binatang yang dibunuh /pohon yang dicabut.

–          Binatang buruan dan pohon yang dicabut diperbandingkan dengan besar kecilnya hewan Qurban.

 

 

 

6.  Macam – macam dan Cara Pelaksanaan Haji

 

  1. Ifrad         : Mengerjakan haji terlebih dahulu, setelah selesai baru Umroh.
  2. Tamattu’  : Mengerjakan Umroh terlebih dahulu, baru setelah itu mengerjakan haji.
  3. Qiran       : Mengerjakan haji dan umroh secara bersamaan.

 

     Cara Pelaksanaan masing-masing.

 

  1. Haji Ifrad urutannya sebagai berikut :
    1. Ihrom di Miqat dengan niat haji.
    2. Thawaf Qudum
    3. Wukuf tanggal 9 zulhijjah.
    4. Bermalam di Muzdalifah.
    5. Melontar jumrotul ‘Aqobah tanggal 10 zulhijjah
    6. Tahallul Awal (melepas pakaian ihrom)
    7. Thawaf Ifadhoh pada tanggal 10 zulhijjah
    8. Bermalam di Mina (tanggal 10, 11, 12, zulhijjah jika nafar awal dan tanggal 10, 11, 12 dan 13 zulhijjah jika nafar tsani).
    9. Melontar jumroh yang tiga pada hari tasyrik
    10. Thawaf ifadhah jika pada tanggal 10 belum sempat dilaksanakan.
    11. Tahallul ke dua
    12. Kemudian pergi ke Miqat makani di luar kota Makkah seperti Tan’im dan Ji’ranah untuk niat ihrom umroh.
    13. Thawaf dalam rangka umroh.
    14. Sa’I dalam rangka umroh.
    15. Tahallul dalam rangka umroh.
    16. Thawaf wadha’ (bila akan meninggalkan makkah).

 

  1. b.    Pelaksanaan Haji Tamattu’

Urutannya sebagai berikut :

  1. Niat ihrom untuk umrah dari miqat
  2. Thawaf, sa’I, dalam rangka umroh.
  3. Pada tanggal 8 zulhijjah niat ihrom haji di Makkah (dipenginapan masing-masing)
  4. Wukuf pada tanggal 9 zulhijjah.
  5. Kemudian laksanakan pekerjaan-pekerjaan haji dari no 4 sampai 13 pada haji Ifrad.
  6. Thawaf wada’ bila akan meninggalkan Makkah.

 

  1. Pelaksanaan haji Qiran.
    1. Niat ihrom dari miqat untuk haji dan umroh.
    2. Thawaf Qudum, (Thawaf yang menjadi rukun umroh)
    3. Kemudian melaksanakan pekerjaan-pekerjaan haji mulai dari no 4 sampai 13 pada haji ifrad.
    4. Thwaf wada bila akan meninggalkan kota Makkah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TABEL SYARAT, RUKUN, DAN WAJIB DALAM IBADAH HAJI DAN UMROH

 

 

NO

SYARAT

 

RUKUN

 

WAJIB

 

 

HAJI

UMROH

HAJI

UMROH

HAJI

UMROH

1

Islam yang Mukallaf

Islam yang Mukallaf

Ihrom

Ihrom     

Niat Ihrom dari Miqat

Niat Ihrom dari Miqat       

2

Merdeka

Merdeka

Wukuf di Arofah

      _

Bermalam di Muzdalifah

        _

3

Istitha’ah

Istitha’ah

Thawaf Ifadhah

Thawaf Ifadah

Bermalam di Mina

       _

4

Waktunya tertentu

Kapan saja

Sa’i

Sa’i

Melontar Jumroh

       _

5

Wanita dengan Mahromnya

Wanita dengan Mahromnya

Tahallul

Tahallul

Tidak berbu at larangan haji

Tidak berbu at larangan haji

6

Wajib 1 kali

Wajib 1 kali

Tertib

tertib

Thawaf Wada’

        _

                   

           

 

 

  1. C.   IBADAH UMROH

 

Pengertian umroh menurut bahasa artinya berkunjung. Sedangkan menurut istilah adalah berkunjung ke Ka’bah dengan melaksanakan ketentuan-ketentuan yang berkaitan dengan umroh dalam rangka mendekatkan diri kepada Alloh SWT.

Umroh disebut jg haji kecil, karena beberapa ketentuannya hamper sama dengan haji, misalnya tentang syarat, rukun dan larangannya. Apalagi perintah umroh disejajarkan dengan perintah haji (QS. Al-Baqoroh {2} : 196).

 

  1. Rukun Umroh :
    1. Ihrom disertai niat
    2. Thawaf
    3. Sa’i
    4. Tahallul
    5. Tertib.

 

  1. Wajib Umroh :
    1. Ihrom dari miqat
    2. Menjauhkan diri dari segala larangan sebagai mana larangan haji.

 

 

HIKMAH HAJI DAN UMROH

 

  1. Mendapat ampunan dosa bila hajinya diterima Alloh SWT.
  2. Menguatkan iman dan takwa kepada Alloh SWT.
  3. Mempererat ukhuwah Islamiyah sesame umat Islam
  4. Mengenal tempat-tempat bersejarah dalam Islam.
  5. Menjadi forum muktamar akbar bagi umat Islam seluruh dunia.

 

 

PRILAKU YANG MENCERMINKAN PENGHAYATAN TERHADAP HAJI DAN UMROH

 

  1. Semakin baik prilaku dan akhlaknya, kepedulian dan kesetiakawanan kepada mereka yang membutuhkan, serta tutur kata dan sikap hidup semakin baik.
  2. Ibadah amaliah lebih meningkat dan seimbang pencapaian kesholehan diri dan kesholehan sosial.
  3. Kemampuan mengendalikan diri, semakin teruji ditengah halangan problem yang selalu mendera.

   

 

                           KETENTUAN PELAKSANAAN IBADAH HAJI

 

 

      Syarat Haji                                                           Wajib Haji

  1. Islam                                                               1.  Ihram dari tempat dan waktu yg ditetapkan
  2. Dewasa                                                           2.  Bermalam di Muzdalifah.
  3. Berakal                                                            3.  Menginap di Mina
  4. Merdeka                                                          4.  Melempar jumroh di mina masing-masing
  5. Istitha’ah                                                               dengan 7 batu.
  6. Ada alat angkutan                                           5.  Mencegah segala larangan.
  7. Aman dan ada kesempatan.                          6.  Thawaf wada’

 

 

     Syarat Thawaf                                                      Macam-macam Thawaf

  1. Menutup Aurat                                                 1.  Thawaf Qudum
  2. Suci dari hadas dan najis                                 2.  Thawaf Ifadhah
  3. Ka’bah disebelah kiri muthawaif                      3.  Thawaf Wada’
  4. Dimulai dan diakhiri di Hajar Aswad.               4.  Thawaf Tahallul
  5. Keliling Ka’bah tujuh kali.                                 5.  Thawaf Nazar.
  6. Thawaf di Masjidil Harom.                               6.  Thawaf Sunnah (sewaktu-waktu) dan
  7. Berniat Thawaf.                                                     Harus berpakaian ihrom.

 

    Rukun Haji                                                             Syarat Sa’i

  1. Ihrom beserta Niat                                            1.  Dimulai dibukit Syafa berakhir di Marwah.
  2. Wukuf di Arofah                                                            2.  Dilakukan sebanyak 7 kali
  3. Thawaf Ifadhah                                                 3.  Dilaksanakan setelah Thawaf
  4. Sa’I (berlari antara Syafa dan Marwah)           4.  Selesai Sa’I lalu bercukur.
  5. Bercukur atau memotong rambut.
  6. Tertib.

 

                                                                       

   Sunnah Haji                                                                       

  1. Membaca Talbiah                                              6. Masuk ke Baitulloh dari Hijr Ismail.
  2. Membaca Sholawat Nabi                                 
  3. Thawaf Qudum                                                 
  4. Membaca zikir sewaktu thawaf                        
  5. Sholat dua rakaat akan thawaf                         

        

    Larangan Waktu Ihrom

 

   1.  Pria dilarang berpakaian berjahit

2.   Pria dilarang menutup kepala

   3.  Wanita dilarang menutup muka & tangan.

   4.  Dilarang memakai wangi-wangian.

   5.  Dilarang memotong rambut, kuku, bersisir.

   6.  Dilarang berhubungan suami istri.

  1. Dilarang akat nikah atau menikahkan
  2. Dilarang berburu.
  3. Dilarang memotong tumbuh-tumbuhan.

 

 

  Evaluasi Kognitif Skill

 

  Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan tepat dan benar!

 

  1. Apakah yang dimaksud dengan haji dan umroh?
  2. Bagai mana pengertian mampu menurut Islam dalam ibadah haji?
  3. Tuliskan dalil tentang ibadah haji!
  4. Tuliskan rukun Haji.
  5. Tuliskan ketentuan-ketentuan dalam ihrom!
  6. Jelaskan cara melaksanakan haji secara Tamattu’.
  7. Apa konsekwensinya bila dalam melaksanakan ihrom memotong kuku?
  8. Tuliskan hal-hal yang dapat membatalkan haji!
  9. Jelaskan tata cara pelaksanaan thawaf!
  10. Tuliskan hikmah haji dan umroh!

 

 

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s