wakaf

WAKAF

 

 

 

Tujuan Akhir Pembelajaran

 

Setelah mempelajari modul ini peserta didik diharapkan dapat :

  1. Menjelaskan sejarah dan pengertian wakaf
  2. Menjelaskan hukum dan macam-macam wakaf
  3. Menjelaskan syarat-syarat harta yang diwakafkan
  4. Menjelaskan peraturan perwakafan di Indonesia.

 

1)    Pengertian dan Hukum Wakaf

 

  1. a.    Pengertian

Menurut bahasa wakaf berarti “menahan, mencegah dan menghentikan”. Sedangkan menurut istilah wakaf adalah :

“Menyerahkan barang atau benda yang sifatnya tahan lama untuk dimanfaatkan dijalan Alloh SWT”.

Melalui pengertian ini, inti wakaf terletak pada segi kemanfaatan dan keutuhan barang yang diwakafkan. Selama benda yang diwakafkan masih bermanfaat, bersama dengan itu pula pahalanya selalu mengalir (amal jariyah)

 

  1. Hukum dan Dalil Tentang Wakaf wakaf pada dasarnya jaiz atau dibolehkan. Namun karena begitu pentingnya nilai wakaf, maka hukum wakaf sangat dianjurkan (sunnah). Wakaf senilai dengan amal jariyah, karena ia bukan sekedar sedekah biasa, disebabkan pahala dan manfaatnya lebih besar diperoleh (pahala mengalir terus) bagi orang yang mewakaf kan. Perhatikan Firman Alloh dan hadis berikut. QS. Ali Imran {3} : 92 dan QS. Al- Hajj {22} :77.  

 

 

 

 

Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.

 

 

Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.

 

 

 

 

Dalam sebuah hadits disebutkan, yang artinya :

“Sesungguhnya Umar RA mendapat sebidang tanah di Khaibar, lalu Umar bertanya kepada Rasululloh : “Apakah yang dapat aku lakukan dengan tanah ini ya Rasululloh? Jawab beliau: “Jika engkau suka tahanlah tanah ini dan sedekahkan manfaatnya saja”. Dengan petunjuk beliau, Umar RA menyedekahkan manfaatnya dengan janji : tidak akan dijual tanahnya, tidak akan dihibahkan dan tidak diwariskan. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

 

2). Macam-macam Wakaf

     Bila ditinjau dari segi kepada siapa wakaf diberikan, maka ada 2(dua) macam wakaf:

  1. Wakaf Ahli, yaitu wakaf yang ditujukan kepada orang tertentu seorang atau lebih, baik kepada keluarga wakif atau bukan. Wakaf seperti ini disebut juga wakaf dzurri.
  2. Wakaf Khairi, yaitu wakaf yang secara tegas diperuntukkan demi kepentingan agama atau kemaslahatan umum, seperti wakaf yang diberikan untuk pembangu nan masjid, yayasan Islam yang bersifat social, Madrasah (sekolah) dll.

 

            3). Syarat Wakaf

                 a. Berlaku selamanya dan tidak dibatasi waktu.

                 b. Tunai penyerahannya disaat sighat (akad)

                 c. Harus jelas kepada siapa barang tersebut diwakafkan, baik berupa perorangan, ke

                     lompok, organisasi atau badan hokum dan lembaga.

 

            4). Rukun Wakaf

                 Rukun untuk sahnya wakaf :

 

                 a). Wakif, yaitu : pihak yang menyerahkan wakaf, baik orang maupun badan hukum.

                 b). Mauquf ‘Alaih, yaitu : pihak yang menerima wakaf, yaitu kelompok orang atau ba

                      dan hukum yang diserahi tugas untuk mengolah harta wakaf. Pihak ini disebut

                      juga “Nadhir”.

                c). Mauquf Bih yaitu, harta atau benda yang diwakafkan.

                d). Sighad yaitu, ikrar atau akad serah terima wakaf kepada Nadhir.

 

            5). Ketentuan Harta yang Diwakafkan

a. Segala benda yang bergerak atau tidak, tetap zatnya, dalam keadaan baik dan

    berfaedah.

b. Harta yang diwakafkan adalah milik sendiri.

c. Harta yang diwakafkan dilakukan atas kehendak sendiri.

d. Harta yang diwakafkan atas dasar berhak berbuat baik. Hal ini berarti wakif non

    muslimpun bisa diterima.

e. Harta wakaf tidak boleh dijual kecuali jika rusak atau tidak bisa diambil manfaat

    nya kemudian diganti yang baru menggunakan hasil penjualan barang tersebut.

 

6). Hukum Mengganti atau Memindahkan Wakaf

                   Mengganti atau memindahkan wakaf pada dasarnya boleh asalkan memenuhi sya-

                   rat sebagai berikut :

  1. Alasannya jelas, rasional dan membawa manfaat
  2. Lebih membawa manfaat bahkan lebih bermanfaat dari sebelumnya.

Mengganti benda wakaf diperbolehkan sesuai dengan sabda Rasululloh yang artinya:

“Andaikan kaummu itu bukan baru saja meninggalkan syirik, pastilah ka’bah itu saya robohkan dan saya ratakan dengan tanah dan saya buatkan dua pintu padanya.” (HR. Muslim dari Siti Aisyah RA).

                    

Khusus perihal perubahan wakaf dari ikrar semula, juga diperbolehkan, asalkan disetujui oleh ulama dan pemerintah setempat dengan beberapa syarat yaitu :

  1. Karena tidak sesuai lagi dengan tujuan awal wakaf.
  2. Karena ada kepentingan dan kemaslahatan umum yang lebih bermanfaat.

 

7).  Hikmah Wakaf

 

  1. Ganjaran wakaf akan mengalir terus-menerus selama barang wakaf itu masih berguna (sedekah jariyah).
  2. Untuk kemajuan pembangunan, dengan wakaf generasi baru dapat mewarisi peninggalan wakaf dan memanfaatkannya untuk kepentingan umum.
  3. Dengan wakaf benda-benda bersejarah dapat terpelihara dan terhindar dari kerusakan.

 

8).  Perilaku yang Mencerminkan Pemahaman tentang Hikmah Wakaf

 

  1. Mengisi kehidupan secara sungguh-sungguh dan maksimal agar memperoleh hasil yang maksimal sehingga bermanfaat untuk sesame.
  2. Memenej manajemen umat terhadap sumber-sumber pembiayaan harus dikelola secara professional. (QS. Al-Isra’ {17} : 84)
  3. Menghindari jalan hidup yang menjadi beban orang lain.
  4. Meninggalkan anak cucu yang berkehidupan cukup, bahkan kaya dan dermawan.

 

 

Evaluasi Kognitif Skill

 

Jawablah Pertanyaan dibawah ini !

 

  1. Jelaskan pengertian wakaf menurut bahasa dan istilah dan sejak kapan wakaf diperintahkan dalam Islam.
  2. Jelaskan perbedaan wakaf dan amal jariyah !
  3. Apa yang menjadi faktor utama terus mengalirnya pahala wakaf?
  4. Tuliskan syarat-syarat harta yang akan diwakafkan!
  5. Tuliskan rukun wakaf dan pengertiannya masing-masing.
  6. Jelaskan hukum memindahkan atau mengganti wakaf!
  7. Tuliskan salah satu ayat atau hadits tentang wakaf!
  8. Tuliskan hikmah wakaf!

 

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s