Puasa dan Hikmahnya

PUASA DAN HIKMAHNYA

 

 

Tujuan Akhir Pambelajaran

 

  1. Mampu menjelaskan pengertian, macam-macam, syarat-syarat, rukun, sunnah dan hal-hal yang membantalkan puasa.
  2. Menjelaskan tentang tingkatan puasa serta rukhshah dalam menunaikan ibadah puasa.
  3. Menjelaskan prilaku yang mencerminkan ajaran puasa serta hikmah puasa ditinjau dari segi kesehatan dan mental.

                         

  1. A.   Pengertian Puasa

Puasa (shaum) menurut bahasa berarti “menahan diri” dari segala sesuatu, seperti menahan tidur, menahan bicara, menahan makan dll. Sedangkan menurut istilah puasa berarti “menahan diri dari dari segala yang membukakan/membatalkan puasa, (mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari) dengan niat dan beberapa syarat yang telah ditentukan.” Puasa diwajibkan pada tahun ke 2 hijriyah tepatnya dua tahun sesudah Nabi Muhammad hijrah ke Madinah, hokum puasa fardhu ‘ain bagi tiap mukallaf.

Dalilnya QS. AlBaqoroh {2} : 183.

 

183. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,

B.  Macam – macam Puasa

  1. 1.    Puasa Wajib terdiri dari :

                * Puasa Ramadhan selama satu bulan (QS. Al-Baqoroh {2} : 183)

                * Puasa Nazar, yaitu puasa wajib apabila seseorang berjanji pada diri sendiri untuk

                  Berpuasa bila tercapai apa yang dicita-citakan (dihajatkan).

                * Puasa Kafarat, yaitu puasa yang wajib dikerjakan untuk menutupi suatu keteledoran

                   yang telah dilakukan, yaitu :

 

  1. Puasa dengan sebab bersetubuh disiang hari bulan ramadhan, kafaratnya adalah puasa 2 bulan berturut-turut.
  2. Membunuh orang dengan tidak sengaja, kafaratnya adalah berpuasa 2 bulan ber turut-turut, bila tidak sanggup memerdekakan seorang budak (QS. An-Nisa’ : 92)
  3. Karena mengerjakan sesuatu yang haram pada saat ihram, serta tidak dapat menyembelih binatang “hadyu” (binatang yang disembelih untuk dihadiahkan). Apabila seseorang mengerjakan sesuatu yang dilarang dalam ihrom selain “jima’” seperti mencukur rambut karena ada gangguan dikepala, memakai kain berjahid, memotong kuku dan memakai minyak wangi, maka wajib berpuasa selama 3 hari (QS. Al-Baqoroh {2} : 196.
  4. Karena melanggar sumpah, kafaratnya adalah puasa tiga hari, jika tidak sanggup member makan 10 orang fakir miskin atau membelikan pakaian atau memerdekakan budak. (QS. Al-Maidah {5} : 89).
  5. Karena menziharkan istri, kafaratnya adalah puasa 2 bulan berturut-turut, jika tidak sanggup memerdekakan seorang budak atau member makan 60 orang miskin (QS. Al-Mujadalah {58} : 3-4).

 

  1. 2.    Puasa Sunnah terdiri dari :

 

  1. Puasa 6 (enam) hari bulan syawal. Dalilnya Hadis Rasululloh

“Dari Abu Ayyub, Rasululloh Saw bersabda : Barang siapa berpuasa dibulan Ramadhan kemudian ia puasa enam hari dibulan syawal , maka ia seperti puasa sepanjang masa” (HR. Muslim)

  1. Puasa Arafah (tanggal 9 zulhijjah), kecuali bagi orang yang sedang melaksanakan ibadah haji, maka tidak disunahkan puasa. Sabda Rasululloh :

“Dari Abu Qotadah, Nabi Muhammad Saw bersabda : Berpuasa pada hari arafah dapat menghapuskan dosa dua tahun, satu tahun yang telah lalu dan satu tahun yang akan dating”. (HR.Muslim).

  1. Puasa hari Asyura’ (tanggal 10 Muharram), sabda Rasululloh : “Dari Abu Qotadah, Rasululloh Saw bersabda, Berpuasa hari Asyura’ dapat menghapus dosa satu tahun yang telah lalu” (HR. Muslim)
  2. Puasa bulan Sya’ban.
  3. Puasa Senin dan Kamis.
  4. Puasa tengah bulan (13, 14, 15) tiap bulan Qomariah/ Hijriyah

 

  1. 3.    Puasa Haram :

 

Yaitu berpuasa pada hari raya ‘idul fitri dan ‘idul adha, serta 3 hari sesudah hari raya ‘idul adha (hari tasyri’) yaitu tanggal 11,12,13 zulhijjah.

 

  1. A.   Syarat dan Rukun Puasa

 

  1. Syarat-syarat wajib Puasa :
    1. Berakal sehat
    2. Baligh, sudah dewasa.
    3. Mampu berpuasa

 

  1. Syarat-syarat Sah Puasa :
    1. Islam
    2. Mumayyiz (mampu membedakan yang baik dan yang buruk)
    3. Suci dari haid dan nifas
    4. Dalam waktu yang dibolehkan berpuasa.

 

  1. Rukun Puasa.
    1. Berniat. Sabda Rasululloh “ Barang siapa tidak berniat berpuasa pada malam sebelum terbit fajar maka tidaklah ia berpuasa (HR. Lima ahli hadits)
    2. Menahan dari hal-hal yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari. Antara lain :
      1. Makan dan minum (QS. Al-Baqoroh {2} : 187)
      2. Muntah dengan sengaja
      3. Bersetubuh (QS. Al-Baqoroh {2} : 187)
      4. Keluar darah haid atau nifas
      5. Gila,(tidak sadarkan diri) pada siang hari
      6. Keluar mani dengan sebab bersetubuh atau cara lain.

 

Hal-hal yang di Sunnahkan saat Puasa  :

 

  1. Menyegerakan berbuka jika sudah waktunya. Sesuai sabda Rasululloh :

“Dari Sahal bin Sa’ad Rasululloh bersabda : Senantiasa manusia dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa” (HR. Bukhari dan Muslim)

  1. Berbuka dengan kurma atau sesuatu yang manis.
  2. Berdoa sewaktu berbuka puasa
  3. Mengakhirkan makan sahur sampai kira2 lima belas menit sebelum fajar.
  4. Member makan atau berbuka untuk orang yang puasa.
  5. Memperbanyak sedekah selama bulan Ramadhan.
  6. Memperbanyak membaca Al-Qur’an dan mempelajarinya serta mengikuti ceramah-ceramah Ramadhan.

 

  1. B.   Tingkatan Puasa dan Orang yang Diperbolehkan tidak Berpuasa.

 

  1. Tingkatan Puasa :
    1. Puasa Awam (umum), yaitu puasa yang hanya menahan diri dari makan,  minum dan melakukan hubungan seksual
    2. Puasa Khusus, yaitu menahan anggota badan untuk tidak melakukan perbuatan yang buruk seperti berdusta, menahan kaki tidak melangkah ketempat maksiat, menahan mata dan telinga untuk tidak melakukan perbuatan dosa.
    3. Puasa Istimewa (khusussul khusus) menahan diri dari niat yang buruk seperti riya, dengki, hasud, sombong dll.

 

  1. Orang yang dibolehkan tidak berpuasa:

Ada dua golongan yang dibolehkan tidak berpuasa pada bulan ramadhan, yaitu :

  1. Boleh meninggalkan puasa, tetapi wajib mengqadhanya (QS.Al-Baqoroh : 185)
    1. Orang yang sedang sakit dan sakitnya akan mendatangkan mudharat (bahaya) jika puasa atau akan bertambah lama sembuhnya.
    2. Orang yang bepergian jauh (musafir) sekurangnya 81 km.
    3. Orang hamil yang dikhawatirkan member mudharat bagi diri dan kandungannya.
    4. Orang yang sedang menyusui anak yang dikhawatirkan member mudharat bagi diri dan anaknya.
    5. Orang yang sedang haid, melahirkan dan nifas.
    6. Wajib qadha bagi orang yang batal puasanya karena salah satu sebab yang membatalkannya.
    7. Boleh tidak puasa dan tidak wajib mengqadhanya, tetapi wajib membayar fidyah, yaitu member makan kepada fakir miskin setiap berupa bahan makanan pokok sebanyak satu  mud (576 gram atau ¾ liter), QS. Al-Baqoroh {2} : 184. Mereka adalah :
      1. Orang yang sakit dan tidak ada harapan sembuh
      2. Orang yang lemah karena sudah sangat tua sehingga tidak kuat berpuasa.

 

 

  1. C.   Perilaku yang Mencerminkan Penghayatan Ajaran Puasa

 

  1. 1.    Dari segi mental spiritual
    1. Melatih jiwa dan watak untuk untuk memelihara amanah, karena puasa adalah amanah yang harus dipelihara.
    2. Menempa jiwa supaya mempunyai kekuatan dan daya tahan yang tangguh dalam menanggung derita, cobaan dan musibah.
    3. Mengurangi atau mengendalikan serta membersihkan diri dari sifat rakus dan tamak dalam segala hal.
    4. Sebagai tanda terimakasih kepada Alloh. Karena semua ibadah mengandung arti bersyukur kepada-Nya atas nikmat pemberian-Nya yang tidak terbatas banyaknya dan tidak ternilai harganya. (QS. Ibrahim {14} : 34)
    5. Mendidik kepercayaan dan tanggung jawab.
    6. Mendidik perasaan belas kasih terhadap fakir miskin.

 

Tujuan  berpuasa adalah menjadikan seseorang mencapai derajat takwa karena dengan berpuasa melatih seseorang menjaga amanah, tahan terhadap cobaan hidup, terhindar dari sifat rakus, loba dan tamak, sebagai tanda syukur pada Alloh Swt, mendidik tanggung jawab dan melatih sikap peka terhadap kaum dhuafa.

 

  1. 2.    Dari segi kesehatan
    1. Menurut Dr. Alexis Carrel, Puasa dapat menjaga keseimbangan kerja organ tubuh.
    2. Menurut Pel Ruitinga, Puasa dapat diartikan sebagai waktu istirahat atau melepas lelah kerja tubuh.
    3. Vladimir Nikit, Puasa dapat diartikan sebagai waktu istirahat atau melepas lelah kerja tubuh.
    4. Vladimir Nikitin, yang melakukan penelitian terhadap tikus menyimpulkan bahwa dengan berpuasa dapat memperpanjang umur.

 

 

Evaluasi Kognitif Skill.

 

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar.!

 

  1. Jelaskanlah pengertian puasa menurut bahasa dan istilah!
  2. Tuliskanlah macam-macam puasa dan beri contoh masing-masing!
  3. Apa saja yang termasuk rukun puasa dan apa pula yang membatalkannya?
  4. Tuliskanlah hal-hal yang termasuk sunnah puasa!
  5. Apakah hikmah puasa menurut pandangan Islam?
  6. Salin dan terjemahkan dalil tentang puasa QS. Al-Baqoroh {2} : 183-184!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ZAKAT DAN HIKMAHNYA

 

Tujuan Akhir Pembelajaran

 

Setelah mempelajari modul ini peserta diharapkan mampu :

 

  1. Menjelaskan pengertian dan kedudukan zakat, infaq dan shadaqah.
  2. Menyebutkan dasar-dasar kewajiban zakat.
  3. Menjelaskan peranan zakat dan pajak dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
  4. Menjelaskan hakikat zakat dan pajak,syarat harta yang wajib dizakatkan, haul, nisab dan kadar.
  5. Menjelaskan pelaksanaan zakat dan pajak dalam sejarah Islam.
  6. Menjelaskan tata cara menghitung zakat mal dan zakat fitrah.
  7. Menjelaskan tentang hikmah zakat.
  8. Menunjukkan prilaku yang mencerminkan penghayatan hikmah zakat.

 

  1. Perundang-undangan Tentang Pengelolaan Zakat dan Infaq.

 

Pengelolaan zakat di Indonesia harus berpedoman kepada UU RI No. 38 tahun 1999 tentang pengelolaan zakat yang berisi :

  1. Tentang organisasi pengelolaan zakat.
  2. Pengumpulan zakat
  3. Pendayagunaan zakat
  4. Pengawasan zakat
  5. Sanksi dan ketentuan lainnya.

 

  1. B.   Pengertian ZIS (Zakat, Infaq, Shadaqah)

 

  1. 1.    Pengertian
    1. Infaq adalah segala pemberian yang dilakukan dalam rangka mencari ridho Alloh. Infaq terbagi dua : Wajib, seperti : zakat, nafkah keluarga, nazar dll. Sedangkan infaq sunnah contohnya shadaqah biasa.
    2. Shadaqah adalah: pemberian sesuatu bisa berupa materi atau non materi kepada seseorang yang membutuhkan dengan mengharap ridho Alloh. Contoh : hibah, wakaf, tersenyum pada orang lain. Dll.
    3. Zakat menurut bahasa artinya tumbuh, suci atau berkah, sedangkan menurut istilah adalah pemberian harta dengan kadar tertentu dan syarat tertentu kepada yang berhak sebagai ibadah wajib kepada Alloh SWT. Zakat terbagi dua : Zakat mal dan Zakat fitrah.

 

  1. 2.    Kedudukan Zakat
    1. Sebanyak 82 kali perintah sholat dalam Al-Qur’an digandengakan dengan perintah zakat.
    2. Harta kekayaan yang sudah mencapai nisab dinilai kotor kalau tidak ditunaikan zakatnya. (QS. Al-Isra’ {17} : 26, QS. At-Taubah {9} : 103)
    3. Rukun Islam ketiga (HR. bukhari dan Muslim)
    4. Kewajiban unifersal yang juga telah diwajibkan kepada Nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad SAW.
    5. Tidak memberikan zakat sama artinya dengan merampas hak orang lain.
    6. Tidak memberikan zakat adalah dosa besar (HR. Ahmad dan Muslim). (Perhatikan QS. Al-Baqoroh {2} : 43, Al-Munafiqun {63} : 10, QS.{64} : 16, QS. {2} : 272)

 

  1. Dasar-dasar Kewajiban Zakat.

Zakat diwajibkan mulai tahun ke dua hijriyah, kewajiban zakat berdasarkan firman Alloh SWT. (QS. At-Taubah {9} : 103)

 

 

 

 103. Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan[658] dan   mensucikan[659] mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

 

Dari ayat diatas dapat diambil kesimpulan :

  1. Kata “ambillah” menunjukkan kata kerja perintah yang berarti wajib.
  2. Zakat yang diambil itu dalam bentuk harta, yang penjabarannya bisa bermacam-macam.
  3. Zakat akan member keuntungan bagi yang mengeluarkan berupa bersihnya hati dari sifat kikir dan cinta yang berlebihan terhadap harta, juga dapat menumbuhkan sifat terpuji dan termasuk adanya do’a dari orang-orang yang menerimanya.

 

  1. 4.    Syarat-syarat Harta yang Wajib di Zakatkan
    1. Harta itu milik sempurna, artinya harta itu dimiliki secara sah dan dikuasai secara penuh oleh seorang muslim.
    2. Harta tersebut dapat berkembang atau memiliki prestasi untuk dikembangkan.
    3. Sudah mencapai nisab, yaitu batas minimal harta untuk wajib dizakatkan.
    4. Harta yang melebihi kebutuhan pokok yang diperlukan seseorang dan orang yang menjadi tanggungannya demi kelangsungan hidupnya.
    5. Mencapai haul, artinya harta itu sudah dimiliki selama satu tahun.

 

  1. 5.    Peranan Zakat dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat.

 

Zakat memiliki peranan yang sangat penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, yaitu terpenuhinya kebutuhan hidup manusia seperti sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan, keamanan dll. Untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, terlebih dahulu yang harus dibina adalah sikap mental, bagaimana caranya agar penerima zakat tersebut bermental produktif sehingga dengan demikian akan melahirkan pemberi zakat baru.

 

Berdasarkan QS.At-Taubah {9} : 60 ada 8 golongan Ashnaf yang berhak menerima zakat, yaitu :

  1. Fakir adalah seseorang yang tidak memiliki harta atau usaha.
  2. Miskin adalah seseorang yang memiliki harta atau usaha namun tidak mencukupi.
  3. Amil adalah orang yang mengurus atau mengelola zakat.
  4. Muallaf adalah orang yang baru masuk Islam dan diharapkan tetap bertahan dengan akidah keislamannya.
  5. Riqab adalah seseorang yang dijanjikan oleh tuannya akan dimerdekakan.
  6. Ghorimin adalah orang yang terlilit hutang.

 

  1. Sabilillah adalah segala sesuatuuntuk kepentingan Islam.
  2. Musafir adalah orang yang kehabisan bekal dalam perjalanan.

 

  1. 6.    Ragam Jenis, Nisab, Haul dan Kadar Zakat Harta

 

NO

Jenis Harta

Nisab

Haul

Kadar Zakat

Keterangan

1.

Pendapatan, Perdaganan, Tabungan.

  1. Pendapatn dari gaji,   honor dll.
  2. Industri barang : konfek si, makanan, kerajinan, meubel, dll.
  3. Industri jasa: notaris, akuntan, dokter, travel, perantara perdagangan dll
  4. Perdagangan: kantin, pertokoan, ekspor/impor.
  5. Properti, penjualan, pe nyewaan rumah, ruko, tanah dll

Senilai dengan 94 gram emas murni

1 th

2,5%

Yang dinilai semua kekayaan pada saat mengeluarkan zakat, cara menghitung dengan menjumlahkan penda patan 1 tahun atau dapat ditunaikan pada saat menerima.

2

Tumbuh-tumbuhan

  1. Padi

 

 

  1. Biji-bijian, umbi, sayur, tanaman hias dll.

1350 kg gabah/750 kg beras.

 

Senilai dengan padi.

Tiap panen

5-10%

Jika air sulit 5%, jika air mudah 10%

3

Emas, Perak dan Uang

  1. Emas murni
  2. Perhiasan emas
  3. Perak/perhiasan perak
  4. Logam mulia lain : platina
  5. Uang simpanan, tabung an, deposito, uang tunai rupiah atau asing

 

 

94 gr

94 gr

672 gr Pr

Senilai 94 gr emas

 

Senilai 94 gr emas

 

1 th

 

2,5%

 

4

Binatang ternak

  1. Kambing, biri-biri, domba

 

 

  1. Sapi, kerbau, kuda

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

40-120 ek

121-200 e

201-300 e

 

30 ekor

 

 

 

40 ekor

 

 

 

60 ekor

 

 

 

70 ekor

 

1 tahn

 

 

 

1 than

 

 

 

1 tahn

 

1 ekor

2 ekor

3 ekor

 

1 ekor umur 1 tahn

 

1 ekor umur 2 than

 

2 ekor umur 1 than

 

2 ekor

 

1 ekor umur 2 tahn

 

 

 

Selanjutnya tiap 100 ekor, kadar zakatnya 1 ekor

 

Selanjutnya tiap 30-40 ekor kadar zakatnya tambah 1 ekor umur 1 th.

 

 

 

 

Kadar zakatnya + 1 ekor umur 2 tahun

1 ekor umur 1 than

 

1 ekor umur 1 tahun dan 1 ekor umur 2 tahun

 

 

c.Unta

5 ekor

 

 

 

25 ekor

 

1 ekor kambing

 

1 ekor unta

Setiap penambahan 1 ekor unta, zakatnya 1 ekor kambing

 

 

  1. 7.    Tata Cara Menghitung Zakat Harta / Zakat Mal
    1. Contoh menghitung zakat mal, harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
      1. Dipahami jenis, nisab dan kadar harta serta usaha apa yang dijalankan.
      2. Modal pokok tambah keuntungan digabung, kemudian dikurangi jumlah hutang bila ada.
      3. Segala peralatan usaha yang tidak dimaksudkan untuk diperjual belikan tidak dihitung sebagai komponen zakat.
      4. Contoh menghitung zakat mal.
        1. Pak Ahmad berdagang pakaian dengan asset Rp. 50 juta, setelah setahun berusaha memperoleh keuntungan Rp 20 juta sedangkan hutang kepihak lain Rp. 10 juta berapakah zakat mal yang harus dikeluarkan pak Ahmad?

Jawab :        Aset                 Rp. 50 juta

                     Laba                Rp. 20 juta

                                                                  +

                     Jumlah                        Rp. 70 juta

                    

                     Harta yang dizakati = Rp. 70 juta-hutang

                     (Rp. 10 juta dari) = Rp. 60 juta

        

                     Jadi zakat Pak Ahmad adalah 2,5% dari

                     Rp. 60 juta = 1.500.000,

 

  1. Penghasilan Bapak Nasution setiap tahun Rp. 20 juta, kebutuhan pokonya 10. Juta. Berapakah zakatnya?

 

Jawab :        Pendapatan-kebutuhan Pokok

                     Harta yang dizakati = Rp. 20 juta- Rp. 10 juta

                                                     = Rp. 10 juta

                     Zakatnya = 2,5 % x Rp. 10 juta = Rp. 250.000

 

 

 

  1. 8.    Pengelolaan Zakat Fitrah

 

Zakat firah adalah pengeluaran yang wajib dilakukan oleh setiap muslim yang mempunyai kelebihan dari nafkah keluarga yang wajar pada malam Idul Fitri. Banyaknya 2,5 kg atau 3,5 liter beras yang dapat dibayarkan dengan uang seharga 2,5 kg/3,5 liter beras. Beras (makanan pokok) yang dikeluarkan zakat fitrah minimal sama dengan makanan sehari-hari, dikeluarkan sejak hari pertam bulan Ramadhan hingga akhir Ramadhan, diutamakn sebelum shalat Idul Fitri dan di berikan kepada fakir miskin.

 

Dari Ibnu Umae, berkata rasullah SAW : diwajibkan zakat fitrah pada bulan Ramadhan sebanyak 1 sha’ (2,5 kg) kurma atau gandum, atas tiap-tiap orang merdeka atau hamba, laki-laki atau perempuan , yang kecil atau yang besar dari orang-orang islam dan diperintahkan supaya dikeluarkan sebelum orang keluar shalat (ied).” (HR. Bukhari & Muslim)

 

 

  1. Syarat-syarat Wajib Zakat Fitrah
    1. Islam
    2. Lahir sebelum terbenam matahari penghujung bulan Ramadhan.
    3. Memiliki kelebihan harta untuk dimakan sekeluarga (diri dan tanggungan)

 

  1. Waktu Membayar Zakat Fitrah
    1. Dibolehkan pada awal Ramadhan sampai akhir bulan ramadhan.
    2. Lebih utama setelah terbenam matahari penghabisan bulan Ramadhan hingga sebelum shalat hari raya (‘Ied).

 

Sabda Rasulullah SAW : Dari Ibnu Abbas, Ia berkata : “Telah diwajibkan oleh Rasulullah SAW zakat fitrah sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dan member makan bagi orang miskin. Barang siapa yang menunaikannya sebelum shalat hari raya, maka zakat itu diterima ; dan barang siapa yang membayarnya sesudah shalat, maka zakat itu sebagai sedekah biasa.”

(HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

 

  1. Penerima Zakat Fitrah

Penerima zakat fitrah sama dengan penerima zakat mal, namun di antara 8 (delapan) ashnaf sebagai mustahik lebih diutamakan diberikan pada fakir miskin Berdasarkan Hadits Rasulullah SAW :

 

Kayakan mereka (orang-orang fakir) hingga tidak meminta-minta pada hari ini (Idul Fitri).” Zakat fitrah tidak boleh diberikan kepada selain orang-orang fakir, kecuali jika orang-orang fakir tidak ada lagi atau karena kefakiran mereka ringan (tidak parah) atau para penerima lainnya amat membutuhkan. (HR. Al-Baihaqi)

 

  1. 9.    Hubungan Zakat dan Pajak
    1. a.    Pelaksanaan Pajak dalam Sejarah Islam

Berdasarkan penjelasan terdahulu, setiap pribadi muslim menghadapi dua kewajiban yang berkaitan dengan hartanya: Pertama zakat dan Kedua berupa pajak. Pada saat Nabi Muhammad SAW masih hidup, kewajiban material yang harus dipikul umat Islam hanya satu, yaitu zakat dan sebagai pengeimbangnnya bagi non muslim dikenakan jizyah (QS. At-Taubah{9} : 29)

Kebutuhan financial umat Islam waktu itu masih sederhana sehingga dengan zakat dan jizyah itu segala kebutuhan Negara dapat dipenuhi. Kondisi berubah saat pemerintahan Khalifah Umar Bin Khattab, kehidupan ekonomi, social dan politik semakin kompleks sehingga perlu adanya administrasi pemerintahan yang lebih maju, maka timbul kebutuhan tamabahan pemasukan dana untuk Negara.

 

Pada masa itu Iraq masuk dalam kekuasaan Islam. Sesuai ketentuan, tanah hasil rampasan perang 4/5 bagian dibagikan kepada pasukan yang memperolehnya (QS. Al-Anfal {8} :41). Atas Ijtihad Umar RA, tanah itu tidak dibagikan, tetapi tetap digarap oleh pemilik semula dan selanjutnya menjadi milik Negara.

 

Di pihak penggarap diwajibkan mengeluarkan sebagian hasil tanah itu untuk Negara. Inilah yang disebut Kharaj. Jadi umat Islam yang tinggal di daerah yang terkena kewajiban kharaj itu menghadapi kewajiban ganda, yaitu sebagai muslim harus memenuhi tuntutan agama dalam bentuk zakat dan sebagai warganegara wajib menunaikan kewajibannya dalam bentuk kharaj.

 

  1. b.    Hakikat Zakat dan Pajak

Persamaan zakat dan pajak terdapat unsure kewajiban, supaya kewajiban itu mempunyai kekuatan memaksa maka kewajiban itu mempunyai sanksi.

Kemudian terkandung tujuan yang bersifat moral spiritual dalam rangka mensyukuri nikmat Alloh. Sedangkan pajak terlihat lebih material. Adapun kadar  kewajiban zakat ditetapkan oleh Alloh, maka sifatnya pasti mutlak, sedangkan pajak kadarnya ditetapkan Negara yang besar kecilnya disesuaikan menurut kebutuhannya.

Mengenai penggunaan zakat, sudah ditetapkan oleh Alloh yang disebut ashnaf 8, harta yang terkena kewajiban zakat adalah segala barang berharga yang dapat digunakan untuk kebutuhan hidup manusia. Seluruh barang yang menjadi sumber zakat  termasuk apa yang dikenai kewajiban pajak hanya dalam pajak lebih rinci.

 

  1. c.    Hikmah Zakat

 

  1. Membersihkan dan mensucikan jiwa dan harta (QS. At-Taubah {9}:103)
  2. Terjalin persaudaraan dan kepedulian orang kaya kepada yang miskin (QS. Az-Zukhruf {43}:32).
  3. Mendapatkan pahala yang dilipat gandakan (QS. Al-Baqoroh {2} : 261)
  4. Terhindar dari kebakhilan (QS. Ali Imran {3}:180

 

 

 

  1. b.    Prilaku yang Mencerminkan Hikmah Zakat.

 

  1. Dermawan, karena telah memiliki kepedulian kepada mereka yang membutuhkan.
  2. Optimis, karena yakin Allah SWT akan memberikan lebih dari apa yang ia berikan di dunia maupun di akhirat.
  3. Bersyukur, karena lebih baik memberi dari pada menerima
  4. Berbahagia, karena telah melaksanakan perintah Allah SWT dengan jalan mampu berbagi untuk sesama
  5. Tidak berlaku sombong, karena apa yang dimiliki pada hakikatnya milik Allah SWT, Ia hanya sekedar titipan (amanah)

 

  1. c.    Membiasakan Berinfak dan Berzakat

 

  1. Gemar memberi infak kepada pengemis
  2. Suka mengisi kotak amal di mushala atau masjid
  3. Menyadari bahwa rezeki yang ada di tangan, ada hak untuk orang lain (QS. Adz-Dzariyat {51}:19)
  4. Segera mengeluarkan zakat mal kepada mustahiq bila harta telah sampai haul dan nishab.
  5. Segera mengeluarkan zakat fitrah karena cinta kepada Allah SWT dan sayang kepada fakir miskin.

 

Zakat dan Pajak sama-sama kewajiban hanya perbedaannya kalau pajak kewajiban sebagai warga Negara, sedangkan zakat  kewajiban sebagai hamba Alloh.. Zakat di Indonesia diatur dalam UU RI No 38 Tahun 1999.

 

 

Evaluasi Kognitif Skill.

 

  1. Jelaskan pengertian zakat menurut bahasa dan istilah!
  2. Kapan dan tahun berapa kewajiban zakat diperintahkan?
  3. Jelaskan fungsi zakat memiliki misi meningkatkan kesejahteraan masyarakat!
  4. Jelaskan cara menghitung zakat yang harus dikeluarkan bila kamu mempunyai penghasilan perbulan Rp. 65.000.000,-
  5. Tuliskan syarat-syarat harta yang wajib dizakatkan!
  6. Jelaskan yang termasuk mustahik zakat serta pengertiannya masing-masing!
  7. Jelaskan kandungan QS. At-Taubah {9} : 29.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s